NOLArtFest 2025 Tampilkan Talenta Seni Anak di Surabaya

oleh -811 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – NOLArtFest 2025 untuk pertama kalinya digelar sebagai ruang ekspresi seni bagi peserta didik NOLA di Surabaya. Festival ini membuka kesempatan bagi anak-anak menampilkan karya kreatif mereka di luar pencapaian akademik dan teknikal yang selama ini menjadi fokus pembelajaran di NOLA.

Selama ini NOLA dikenal kuat dalam bidang inovasi dan teknologi. Namun festival ini mengungkap bahwa banyak peserta didik juga memiliki kemampuan dalam seni peran, seni rupa, ilustrasi, fotografi, desain, hingga instalasi. NOLArtFest menjadi panggung publik pertama bagi potensi tersebut.

Pameran digelar bertepatan dengan akhir semester ketika anak-anak menyusun portofolio. Karya yang dikumpulkan jauh melebihi perkiraan awal, terutama kategori desain 3D. “Awalnya satu pedestal direncanakan untuk satu karya, tapi jumlah karya 3D yang lolos kurasi jauh lebih banyak,” kata Ketua PKBM NOLA, Onggo Susilo.

Kurasi karya melibatkan profesional di bidang seni rupa, ilustrasi, fotografi, dan desain 3D untuk memastikan kualitas sekaligus memberi pengalaman artistik kepada peserta didik. Tujuannya bukan sekadar menampilkan hasil akhir, tetapi memberi panggung bagi anak-anak menunjukkan identitas kreatif mereka.

NOLA menilai proses persiapan festival menjadi aspek paling berharga bagi perkembangan anak. Selama beberapa bulan pengerjaan karya, anak-anak dinilai mengalami pertumbuhan emosional, sosial, dan kreatif. Mereka belajar menerima kritik, bekerja sama, menyelesaikan konflik, hingga menemukan karakter berkarya masing-masing.

Ketua Yayasan Tefila Cahaya Indonesia, Caroline Lumengga, menegaskan pentingnya ruang ekspresi semacam ini bagi perkembangan anak. Ia mengatakan seni memberi anak cara untuk menuangkan pemikiran, nilai, dan emosinya tanpa tekanan akademik. “Seni menjadi jendela bagi mereka untuk menunjukkan nilai, pemikiran, dan hati mereka,” ujarnya.

NOLArtFest 2025 tidak hanya dirancang sebagai pameran seni, tetapi juga sebagai ruang keluarga. Orang tua dan anak dapat belajar, bermain, dan merayakan proses kreatif bersama. NOLA berharap festival ini menjadi agenda rutin yang memperkuat budaya seni dan kesadaran bahwa perkembangan anak tidak hanya diukur dari akademik dan keterampilan teknis.

Baca Juga :  Filipina Incar Wisatawan Muslim Indonesia, Tawarkan Obyek Destinasi Halal

NOLArtFest 2025 menjadi penutup semester dengan cara berbeda: bukan hanya menampilkan karya, tetapi merayakan perjalanan, proses, dan pertumbuhan peserta didik sebagai manusia seutuhnya. (SLI)