Pemkab Jember Ajak Pelajar Jadi Agen Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting

oleh -570 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengajak pelajar tingkat SMA sederajat untuk berperan aktif dalam mencegah pernikahan dini dan stunting. Langkah ini merupakan komitmen daerah dalam mencetak generasi emas Jember yang sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.

Seruan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting bagi pengurus OSIS SMA/SMK/MA se-Jember yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (11/11/2025).

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut terancam terhambat oleh dua persoalan serius yang saling berkaitan, yakni pernikahan dini dan stunting.

“Generasi muda Jember nantinya akan menjadi pemimpin, inovator, dan motor kemajuan. Tapi itu hanya bisa terwujud jika mereka tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.

Menurut Edy, pernikahan dini bukan sekadar persoalan usia, tetapi mencakup kesiapan fisik, mental, dan sosial. Remaja yang menikah terlalu muda umumnya belum siap memikul tanggung jawab keluarga, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada seribu hari pertama kehidupan.

“Kehamilan di usia muda sering kali berdampak pada anak yang mengalami stunting. Maka mencegah pernikahan dini juga berarti memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” tegasnya.

Meski tren angka pernikahan dini di Jember menunjukkan penurunan, praktik serupa masih ditemukan di sejumlah wilayah. Karena itu, keterlibatan pelajar dianggap penting untuk memperkuat edukasi dan penyadaran di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Edy mendorong para pengurus OSIS agar menjadikan isu pencegahan pernikahan dini sebagai bagian dari program kerja organisasi.

Baca Juga :  Tiket KA Nataru 2025/2026 di Daop 7 Madiun Masih Tersedia, Penjualan Capai 76 Persen

“Jadikan isu ini gerakan bersama. Kalian adalah panutan di sekolah, sekaligus motor penggerak perubahan,” ujarnya.

Dispora Jember juga mengajak pelajar untuk mengampanyekan isu ini melalui cara kreatif yang sesuai karakter generasi muda, seperti media sosial, diskusi tematik, hingga kampanye visual.

“Gunakan media sosial untuk menyuarakan pesan positif. Kalian bukan hanya agen perubahan, tapi penggerak utama perubahan itu,” kata Edy.

Kegiatan ini diikuti ratusan pengurus OSIS dari total 175 sekolah menengah di Jember. Program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab dalam memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan pelibatan remaja.

“Kami ingin lahir generasi emas Jember – generasi yang sehat, berpendidikan tinggi, berakhlak baik, dan mampu membawa daerah ini maju,” ujarnya.

Dengan pelibatan aktif pelajar, Pemkab Jember berharap kesadaran akan pentingnya menunda pernikahan hingga siap secara fisik dan mental semakin menguat di kalangan remaja, sebagai fondasi penting membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.(yud)

No More Posts Available.

No more pages to load.