Lolos Uji Laik Fungsi, Tol Probolinggo–Situbondo Dibuka Fungsional saat Nataru 2025

oleh -385 Dilihat
oleh
Tol probowangi seksi-2 rampung kraksaan-paiton. (Foto:Dok-Istimewa/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Upaya memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di jalur timur Jawa Timur semakin mendekati final. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 (Gending–Kraksaan) dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton) telah melalui uji laik fungsi dan siap difungsikan secara terbatas pada periode libur panjang tersebut.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyampaikan bahwa pengoperasian fungsional dua seksi itu dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur pantai utara (Pantura) dan meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Jalan Tol Prosiwangi seksi 1 dan 2 akan difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru guna mendukung kelancaran mobilitas,” tulis BPJT dalam pernyataan resminya, Sabtu (8/11/2025).

Proyek yang menjadi bagian jaringan Tol Trans Jawa itu sedang memasuki tahap akhir pembangunan. Uji laik fungsi dilakukan pada 22–24 Oktober 2025 oleh tim gabungan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku pengelola.

Sementara itu, konstruksi Seksi 3 (Paiton–Besuki) telah mencapai 85,23% dan ditargetkan segera menyusul dua seksi sebelumnya.

Kepala BPJT, Wilan Oktavian, yang meninjau langsung kesiapan infrastruktur, menekankan pentingnya kualitas dan keselamatan sebelum tol dibuka untuk publik. “Prioritaskan mutu dan keselamatan. Kita pastikan ruas ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Meski lolos uji fungsi, BPJT menggarisbawahi sejumlah penyempurnaan teknis yang harus diselesaikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), antara lain:

  • Pengamanan Aset: pemasangan pagar, patok batas, dan papan tanda tanah negara di ruang milik jalan.
  • Drainase dan Utilitas: perbaikan inlet drainase, pengelolaan sedimentasi saluran, dan penutup utilitas MCB.
  • Keselamatan Jalan: pemasangan batas ketinggian kendaraan, kansteen jembatan, dan guardrail sesuai standar.
  • Sarana Operasional: penyelesaian penerangan jalan, CCTV, VMS, serta pembersihan material konstruksi.
  • Antisipasi ODOL: penerapan teknologi Weight-In-Motion (WIM) untuk mendeteksi kendaraan kelebihan muatan.
Baca Juga :  Tinjau Dampak Tanah Longsor di Trenggalek, Arumi Bachsin Siap Kawal Tindak Lanjut Pasca Kebencanaan ke Pemerintah Daerah

BPJT menyebut hadirnya Seksi 1 dan 2 akan memperkuat konektivitas di koridor pesisir timur Jawa Timur, terutama pada jalur wisata dan industri. Ruas Gending–Paiton diproyeksikan menjadi jalur fungsional baru yang mengurangi beban lalu lintas Pantura selama Nataru.

“Dengan rampungnya Seksi 1 dan 2, aksesibilitas di kawasan timur Jawa semakin terhubung. Ruas ini siap mendukung mobilitas masyarakat saat Natal dan Tahun Baru,” demikian penutup BPJT.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.