Cuaca Ekstrem, Surabaya Kebut Penyelesaian Infrastruktur Pengendali Banjir

oleh -891 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya kembali mempercepat pengerjaan sejumlah proyek vital pengendalian banjir. Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) lembur dan menambah tenaga agar pembangunan rumah pompa, drainase, hingga box culvert bisa selesai sebelum puncak musim hujan.

Kepala DSDABM Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan percepatan ini menjadi prioritas setelah Eri meminta seluruh pekerjaan besar dirampungkan dalam waktu dekat. “Kontraktor diminta lembur, kalau perlu 24 jam. Besok kami kumpulkan kontraktor yang pekerjaannya belum selesai,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Jumat (7/11/2025).

Syamsul menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan yang tertinggal merupakan proyek skala besar, terutama rumah pompa dan box culvert. Progres proyek kecil, seperti perbaikan saluran, sudah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan menembus 90 persen pada akhir November.

Saat ini terdapat lima lokasi pembangunan rumah pompa yang masih berjalan, masing-masing di Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang Madya, Karah, serta Rungkut Menanggal.

Selain itu, pembangunan drainase di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat juga masuk kategori pekerjaan besar yang belum tuntas. Untuk mempercepat progres, kontraktor diminta mengerjakan dari dua arah sekaligus. “Panjang pekerjaannya 500 meter. Kita minta dimulai dari barat dan timur agar cepat bertemu di tengah,” kata Syamsul.

Instruksi percepatan juga mencakup penambahan jam kerja serta tenaga di lapangan agar pengerjaan box culvert dan proyek lain tidak melewati tenggat. “Selain dikerjakan dari dua sisi, kontraktor harus menambah tenaga dan material,” ujarnya.

Pengawasan turut diperketat. DSDABM akan menetapkan target mingguan dan mengevaluasinya bersama konsultan pengawas. Syamsul optimistis sebagian besar proyek bisa diselesaikan pada pertengahan Desember.

Percepatan dilakukan menyusul perubahan pola cuaca yang lebih ekstrem sejak awal November. “Biasanya hujan rintik-rintik dulu. Tapi kemarin langsung deras dari siang sampai malam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Surabaya dan Kementan RI Resmikan Irigasi Pompa dan Tanam Padi di Kecamatan Pakal

Peringatan dini BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem November 2025 hingga Januari 2026 menjadi dasar Pemkot mempercepat mitigasi. Selain pembangunan infrastruktur, kesiapsiagaan personel lapangan juga ditingkatkan. “Kami tidak hanya membangun saluran, tapi juga menyiagakan satgas,” kata Syamsul. (cit)