Bangun Pariwisata Tangguh, FIA Unitomo Undang Pakar Internasional

oleh -150 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar seminar internasional bertema: Alertness & Awareness: Keys to Success in Disaster-Based Tourism and Sustainable Ecotourism, Rabu (5/11/2025) di Auditorium RM Soemantri, Gedung Rektorat Unitomo. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini merupakan hasil kolaborasi antara FIA Unitomo, Universitas Paramadina, Wako University Jepang, Pusbindiklatren Bappenas, dan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unitomo, Amirul Mustofa, menegaskan pentingnya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Kesadaran terhadap risiko bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari strategi pengelolaan destinasi wisata. Melalui kegiatan akademik seperti ini, kami ingin menanamkan nilai kehati-hatian dan tanggung jawab lingkungan kepada mahasiswa dan praktisi pariwisata,” terang Amirul. Ia menambahkan, Unitomo berkomitmen memperkuat riset dan kolaborasi lintas institusi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional yang membahas integrasi manajemen kebencanaan dengan pengembangan ekowisata, di antaranya Tatok D. Sudiarto dari Universitas Paramadina, Wagnyo Adiyoso dari Pusbindiklatren Bappenas, Prof. Bambang Rudyanto dari Wako University Jepang, serta Fedianty Augustinah, Ketua Pusat Studi Kewirausahaan Unitomo.

Ketua Dewan Pembina IABI, Prof. Syamsul Maarif, menilai tema seminar ini sangat relevan dengan kondisi global. “Indonesia memiliki potensi pariwisata luar biasa, namun juga rentan terhadap bencana. Karena itu, kesadaran dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam membangun pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga mendorong perguruan tinggi menjadi motor penggerak edukasi dan inovasi mitigasi risiko bencana berbasis komunitas.

Selain sesi diskusi dan tanya jawab, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang kebencanaan dan pariwisata. Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, FIA Unitomo berharap dapat memperkuat jejaring penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di kawasan rawan bencana.

Baca Juga :  Di Hari Guru Nasional Tingkat Jatim 2023, Gubernur Khofifah Dorong Guru Terus Berinovasi dan Berkreasi Hadapi Tantangan Digital

Seminar diakhiri dengan komitmen bersama seluruh mitra untuk terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada ketangguhan serta keberlanjutan lingkungan.(tok)