Drainase Dikebut, Surabaya Target Bebas Genangan Akhir Tahun

oleh -509 Dilihat
oleh
Satgas DSDABM Surabaya membersihkan saluran drainase yang dipenuhi lumpur dan sampah. (Foto: Humas Pemkot/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pengerjaan proyek-proyek drainase di berbagai titik untuk mengantisipasi genangan saat puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan percepatan ini menjadi prioritas agar seluruh proyek rampung sebelum akhir tahun. Sebagian besar pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir November 2025.

“Insyaallah akhir November semua selesai. Sekarang Oktober sudah mulai hujan, jadi kami kerahkan mobil-mobil Pemadam Kebakaran (PMK) untuk membantu mempercepat aliran air,” kata Eri, Selasa (4/11/2025).

Ia menjelaskan, sebanyak 28 unit mobil PMK disiagakan di berbagai titik setiap kali hujan deras turun. Langkah ini terbukti efektif meminimalkan genangan di kawasan rawan.

Eri mencontohkan, sejumlah wilayah yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir kini mulai bebas dari genangan setelah sistem drainasenya diperbaiki.
“Contohnya Pakal, yang puluhan tahun banjir, kini bisa selesai. Dukuh Kupang juga, lima puluh tahun banjir, sekarang sudah tidak lagi,” ujarnya.

Selain penyelesaian proyek tahun ini, Eri menyebut kawasan Sukomanunggal akan menjadi prioritas pembangunan drainase pada 2026. Ia berharap warga mau bekerja sama agar pembuatan saluran baru tidak terkendala.

“Tahun depan warga harus mau dibuatkan saluran. Camat dan lurah harus bisa meyakinkan bahwa saluran air justru mencegah banjir,” tegasnya.

Eri optimistis pengerjaan drainase yang tengah berjalan akan menuntaskan persoalan banjir di sejumlah titik lama. “Mohon doa warga Surabaya, semoga akhir November semua rampung dan kawasan-kawasan rawan bisa terbebas banjir,” katanya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, menyebut progres pengerjaan drainase hingga awal November telah mencapai 70 persen.

Baca Juga :  1.819 Produk RI Bebas Tarif ke AS, Dari Kopi hingga Minyak Sawit

“Sekitar 20 persen lagi selesai akhir November, dan sisanya akan tuntas Desember,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan percepatan dilakukan agar seluruh proyek rampung sebelum puncak musim hujan tiba. Berdasarkan prediksi BMKG, intensitas hujan tahun ini akan serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan puncak pada Januari–Februari 2026.

Salah satu proyek besar yang tengah dikebut berada di kawasan Benowo, Surabaya Barat, yang dikerjakan dengan metode penutupan total saluran agar hasilnya maksimal. Namun, metode ini memiliki konsekuensi teknis berupa potensi genangan sementara karena aliran air dialihkan menggunakan pompa portabel.

“Kalau ditutup total, air hanya bisa dialihkan dengan pompa. Tapi kapasitasnya kecil dibanding aliran alami, jadi potensi genangan sementara bisa terjadi, misalnya di sekitar Pondok Benowo Indah,” jelas Syamsul.

Ia memastikan seluruh rumah pompa dan tim lapangan DSDABM siaga penuh setiap kali muncul peringatan dini dari BMKG.

“Begitu ada awan hujan terpantau, semua tim sudah siap. Kami pantau lewat HT, rumah pompa dikosongkan salurannya agar tidak meluap,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.