Banyak Genangan Saat Hujan, DPRD Minta Evaluasi Total Drainase Surabaya

oleh -468 Dilihat
oleh
Petugas DPKP Surabaya melakukan pemompaan genangan air. (Foto: CC112-Ist/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – DPRD Surabaya memberikan kartu kuning kepada Pemkot sebagai tanda peringatan awal karena dianggap masih belum serius menangani banjir maupun genangan saat terjadi hujan.

Warning ini diberikan juga disebabkan tingginya genangan air lebih buruk dibandingkan awal tahun.

“Ini peringatan bagi kesiapan Pemkot Surabaya, khususnya dalam penanganan drainase di awal musim hujan,” kata Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyoroti buruknya kondisi drainase di sejumlah titik kota, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu genangan semakin meluas. Semua saluran air yang tersumbat harus segera dinormalisasi agar aliran air bisa lancar dan tidak menimbulkan banjir lokal.

“Sumbatan-sumbatan di titik genangan harus segera dibersihkan. Saya lihat, hujan kali ini lebih berdampak dibanding awal tahun,” ujarnya.

Achmad menyoroti wilayah Asemrowo di Surabaya Barat sebagai kawasan yang kerap menjadi langganan banjir. Ia menjelaskan, letak kawasan itu yang jauh dari badan sungai membuat sistem pembuangan air di wilayah tersebut harus benar-benar optimal.

“Normalisasi harus menyeluruh, mulai dari Tanjungsari, Simorejo Sari, Tambak Mayor, hingga Asem Mulya. Aliran airnya harus lancar tanpa hambatan,” tegasnya.

Politisi ini juga menilai, beberapa proyek drainase di Surabaya belum berfungsi maksimal. Salah satunya di kawasan Asem Mulya yang seharusnya menjadi saluran primer untuk mengurangi genangan.

“Jangan sampai kita bangun gorong-gorong mahal tapi perawatannya setengah hati,” ujarnya menekankan.

Sebagai solusi, Achmad mengusulkan pembangunan saluran baru di sisi utara rel kereta api, khususnya di kawasan Tambak Mayor. Saluran ini, kata dia, dapat menjadi pemecah arus agar air hujan tidak menumpuk di satu titik.

“Air dari Tambak Pring Barat dan Tambak Lumpang bisa dialirkan lurus di sepanjang rel KA hingga ke Jalan Raya Dupak. Dengan begitu, beban air di wilayah lain seperti Tambak Pring Timur dan Tambak Dalam bisa berkurang,” jelasnya.

Baca Juga :  Komisi C Minta Pembangunan Jalan Radial Road Harus Sesuai Dengan Master Plan

Ia menambahkan, langkah mitigasi dan pembersihan saluran harus dilakukan sebelum curah hujan meningkat, bukan setelah banjir datang.

“Sebelum musim hujan, titik-titik genangan dan sumbatan harus dibersihkan. Termasuk ranting pohon yang rawan tumbang juga perlu diantisipasi,” tutupnya.(cit)