Wali Kota Surabaya Nonaktifkan Sementara Admin Medsos Pribadinya yang Viral karena Candaan

oleh -828 Dilihat
(foto:Dok-Ist/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menonaktifkan sementara admin media sosial pribadinya, Hening Dzikrillah, yang menjadi sorotan publik setelah candaan yang terlontar saat jeda siaran langsung viral di media sosial. Eri meminta Hening untuk menenangkan diri dan memperbaiki kesalahannya.

“Jadi kemarin kan sempat viral admin saya, Mbak Hening, itu membuat khilaf, salah untuk kalimatnya yang keluar ketika dia guyon,” ujar Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin (3/11/2025).

Eri mengaku baru mengetahui peristiwa itu setelah pulang dari Konferensi Asia Afrika di Blitar. “Saya tidak tahu kabar itu sampai hari Minggu, dan Senin tadi saya baru masuk ada surat pengunduran diri dari Mbak Hening,” ungkapnya.

Namun, Eri menolak surat pengunduran diri tersebut. Ia menilai bahwa kesalahan yang dilakukan Hening seharusnya menjadi pelajaran, bukan alasan untuk menghentikan langkah seseorang.

“Kalau anak muda mengalami kegagalan, jangan dibunuh karakternya, tapi bagaimana kita mengajak anak-anak ini untuk yakin,” tegas Eri.

Eri menyebut Hening sebagai sosok yang kreatif dan bertanggung jawab dalam mengelola akun media sosial miliknya. Ia menilai bahwa semangat dan dedikasi anak muda seperti Hening perlu diarahkan dengan bijak.

“Anak-anak muda seperti Hening itu saya nilai terbaik. Tapi saya selalu sampaikan, media sosial itu bukan untuk popularitas,” ujarnya.

Menurut Eri, akun Instagram pribadinya digunakan bukan untuk mencari perhatian, melainkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

“Kalau IG saya malah mengajak, ayo zakat, ayo bersih-bersih,” kata Eri.

Terkait insiden yang memicu polemik, Eri menjelaskan bahwa Hening tidak sengaja berbicara karena mikrofon belum dimatikan saat jeda siaran langsung.

“Dia guyon sama temannya sesama tim medsos. Anak muda itu kadang teledor,” ujarnya.

Baca Juga :  Daniel Radcliffe dan Sang Kekasih Bakal Dikaruniai Anak Pertama Tahun Ini

Meski demikian, Eri menilai kesalahan tersebut merupakan bagian dari proses belajar yang akan membentuk kedewasaan dan profesionalitas.

“Ketika anak muda mengalami kegagalan, maka itu awal sebuah keberhasilan,” katanya.

Eri menegaskan, keputusan menonaktifkan sementara Hening dilakukan agar yang bersangkutan dapat memperbaiki diri dan belajar dari pengalaman.

“Saya nonaktifkan sementara agar dia memperbaiki diri. Ketika ada kesalahan, jangan pernah mundur selangkah pun,” tegasnya.

Eri mengungkapkan bahwa saat ini Hening tengah menenangkan diri dan berencana menunaikan ibadah umrah.

“Insyaallah dia menenangkan diri dulu, katanya mau umrah. Tapi saya sampaikan, dia harus tetap kuat dan berani menyelesaikan masalahnya,” tutur Eri.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan reflektif mengenai pentingnya keberanian untuk menghadapi kesalahan.

“Setiap manusia tempatnya kekurangan, tapi keberanian menghadapi kesalahan itu yang menjadikan kita sempurna,” ujar Eri.Mbak Hening. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.