DPRD Jatim dan FKDM Ajak Mahasiswa Waspadai Kerawanan Sosial di Era Digital

oleh -348 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – DPRD Jawa Timur bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jatim menggelar sosialisasi potensi kerawanan sosial di masyarakat, Senin (3/11/2025), di Hotel Mercure Darmo Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber anggota DPRD Jatim Dr Freddy Poernomo, pakar pendidikan Prof Anita Lie, dan Ketua FKDM Jatim Dr Listyono Santoso, dengan moderator Dr Rangga Sa’adillah.

Freddy Poernomo menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan sosial di tengah perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, anak muda harus lebih peka terhadap kondisi sekitar dan berperan aktif mencegah kerawanan sosial. “Anak muda harus peduli pada lingkungan sosial. Banyak persoalan yang membutuhkan partisipasi mereka,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa media sosial bisa menjadi sumber masalah baru jika tidak digunakan dengan bijak. “Ujaran kebencian dan hoaks perlu diimbangi dengan konten positif dan inspiratif dari mahasiswa,” tambah politisi Partai Golkar itu.

Guru Besar Unika Widya Mandala Surabaya Prof Anita Lie menilai kerawanan sosial di masyarakat bersifat kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama melalui pendidikan. “Pendidikan punya peran penting menanamkan toleransi dan inklusivitas agar tidak muncul ketegangan berbasis SARA,” ujarnya. Menurutnya, kesenjangan dalam akses dan layanan pendidikan menjadi akar dari berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Sementara itu, Ketua FKDM Jatim Dr Listyono Santoso menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial. Ia menyebut penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak menjadi salah satu persoalan baru yang perlu mendapat perhatian bersama. “Gadget telah menimbulkan persoalan serius. Kita perlu memikirkan cara menyelamatkan anak-anak dari dampak negatifnya,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun kesadaran sosial serta mencegah potensi kerawanan sejak dini. (DEN)

Baca Juga :  112 Pendaftar Baru Calon Panwaslucam Pilkada 2024 di Tuban Rebutkan 28 Lowongan