KILASJATIM.COM, Bondowoso — Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa hangat dalam acara Selamatan Desa yang digelar oleh warga RT 19 dan RT 20 Dusun Laok Kebun Timur, Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso.
Tradisi tahunan ini menjadi momen penting bagi warga untuk memanjatkan rasa syukur atas limpahan rezeki, keselamatan, dan kedamaian yang diberikan Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya KH. Abdul Qodir Syam, KH. Imron Rosidi, serta Drs. H. Syamsul Hadi, anggota DPRD Kabupaten Bondowoso, yang sekaligus memberikan doa dan nasihat kepada warga agar terus menjaga nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunosari, Dian Nasrullah, S.Sos. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang tetap melestarikan tradisi selamatan sebagai wujud syukur dan kebersamaan.Sabtu (1/11/2025) malam.
“Tradisi seperti ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong antarwarga,” ujar Dian Nasrulloh.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat agar terus menjaga harmoni dan rasa saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa kuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Mari kita jaga semangat guyub rukun ini demi Gunosari yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan doa bersama, pembacaan tahlil, dan diakhiri dengan makan tumpeng bersama yang menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan warga.
Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari kerja keras panitia pelaksana yang terdiri dari Sipul Rahman, Misrawi, Pak Holil, Handoko, Kasun Juhari, Zen, Rajul, dan Iqbal, yang dengan semangat gotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian acara hingga berjalan dengan lancar dan penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, warga Desa Gunosari kembali menunjukkan bahwa tradisi luhur, nilai-nilai keagamaan, dan semangat gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam membangun desa yang harmonis, religius, dan penuh kebersamaan.(wan)
