Kemenparekraf Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Gelar Gandrung Sewu, Masuk KEN Empat Tahun Berturut-turut

oleh -709 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas konsistensinya menyelenggarakan event budaya kolosal Gandrung Sewu. Tahun 2025 ini menjadi gelaran ke-13 bagi festival yang telah menjadi ikon budaya Banyuwangi sekaligus salah satu pertunjukan tari massal terbesar di Indonesia.

Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Erwita Dianti, menyebut Gandrung Sewu sebagai contoh nyata keberhasilan daerah dalam menjaga keberlanjutan event budaya berkualitas. Ia menegaskan, komitmen Banyuwangi terbukti dengan keberhasilan Gandrung Sewu masuk dalam daftar 100 Kharisma Event Nusantara (KEN) selama empat tahun berturut-turut.

“Ini adalah tahun keempat Gandrung Sewu masuk dalam KEN. Hal ini membuktikan bahwa Banyuwangi sangat konsisten menghadirkan event budaya berkualitas tinggi dengan nilai kearifan lokal yang kuat,” ujar Erwita saat menyaksikan langsung pagelaran di Pantai Boom Marina, Sabtu (25/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Erwita juga menyerahkan piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) secara langsung kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya.

Menurut Erwita, kolaborasi dan inovasi yang dilakukan Banyuwangi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan event budaya di tengah perubahan zaman. Bahkan di masa pandemi Covid-19, Gandrung Sewu tetap digelar secara virtual, menunjukkan semangat adaptif tanpa meninggalkan esensi pelestarian budaya.

“Konsistensi seperti ini sangat mendukung target nasional Kemenparekraf pada 2025, yakni 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dengan kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 4,65 persen,” ujarnya.

Erwita menambahkan, upaya Banyuwangi dalam menggelar berbagai event melalui Banyuwangi Festival (B-Fest) sejak 2012 menjadi model pengembangan pariwisata daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan. “Target besar pariwisata hanya bisa dicapai lewat sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi masyarakat, pelaku industri wisata, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif,” tuturnya.

Baca Juga :  Jawa Timur Jadi Provinsi dengan Kawasan Mangrove Terluas di Pulau Jawa

Pagelaran Gandrung Sewu 2025 sendiri melibatkan sekitar 2.500 seniman, termasuk 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi besar ini menjadikan Gandrung Sewu bukan hanya ajang pelestarian budaya, tetapi juga ruang ekspresi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, penyelenggaraan Gandrung Sewu selalu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. “Event ini memiliki multiplier effect bagi daerah. Penginapan penuh, warung rakyat ramai pembeli, pedagang laris, hingga penyewaan kendaraan meningkat. Ini berkah untuk Banyuwangi,” kata Ipuk.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.