KILASJATIM.COM, Jakarta — Aktris senior Wulan Guritno untuk pertama kalinya berbagi kisah pribadi yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Dalam acara Insecurity Uncovered yang digelar di Four Seasons Hotel Jakarta pada Selasa (22/10), Wulan dengan berani tampil tanpa riasan di hadapan publik. Ia membagikan perjalanan panjangnya menghadapi jerawat hormon dan bekas luka di wajah selama lebih dari dua dekade sebuah pengalaman yang tak hanya menguji fisik, tetapi juga ketahanan mental dan emosionalnya.
Selama ini, Wulan dikenal publik sebagai ikon kecantikan dan sosok yang awet muda di layar kaca. Namun, sorotan terhadap penampilannya di film Norma baru-baru ini memunculkan berbagai reaksi di media sosial. Beberapa warganet menyoroti kondisi kulitnya yang tampak memiliki bopeng dan bekas jerawat.
Alih-alih menepis komentar atau marah terhadap kritik, Wulan justru memilih membaca semuanya dengan kepala dingin. Ia menegaskan bahwa perhatian publik, dalam bentuk apa pun, adalah cerminan rasa peduli.
“Saya baca semuanya. Dan jujur, saya menghargai setiap perhatian, bahkan yang datang lewat kritik. Di balik semua itu, saya tahu banyak yang sebenarnya peduli. Dari situlah saya sadar, kalau saya bisa menghadapi ini dengan tenang, mungkin saya juga bisa bantu perempuan lain agar nggak merasa harus sempurna,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wulan menjelaskan bahwa masalah jerawat hormon yang ia alami sejak muda sering kali membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Ia telah mencoba berbagai metode perawatan di dalam dan luar negeri, namun hasil yang didapat tidak selalu permanen. Menurutnya, bekas jerawat atau acne scar tidak bisa dihapus sepenuhnya dan hal itu bukanlah sebuah kegagalan, melainkan kenyataan yang harus diterima.
Wulan kemudian menemukan pendekatan perawatan kulit yang lebih berfokus pada kesehatan jangka panjang bersama ZAP Premiere. Melalui serangkaian sesi perawatan yang ia jalani selama beberapa bulan, kondisi kulitnya kini membaik secara signifikan.
“Saya menjalani lima sesi perawatan, dan hasilnya kulit saya membaik sekitar 70 persen. Tapi yang paling penting, saya mulai merasa percaya diri lagi untuk tampil tanpa makeup,” tuturnya.
Dalam peluncuran kampanye Insecurity Uncovered yang digagas bersama ZAP Premiere, Wulan secara simbolis menghapus makeupnya di depan media, sahabat, dan tamu undangan. Aksi tersebut menjadi simbol penerimaan diri dan pesan solidaritas bagi perempuan lain yang mungkin mengalami hal serupa. Gerakan ini mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk menyadari bahwa proses penyembuhan atau healing akan lebih bermakna ketika dijalani bersama.
“Bagi saya, keberanian bukan tentang terlihat sempurna, tapi tentang berani jujur pada diri sendiri. Kalau saya bisa melewati ini dan tetap merasa cukup, saya yakin banyak perempuan lain juga bisa.”ungkapnya.(kar)

