PEDALINDO Bantu UMKM Sidoarjo Kobarkan Api Naik Kelas dari Jalanan ke Dunia Digital

oleh -644 Dilihat

Kunjungan anggota DPRD Sidoarjo yang ingin melihat dari dekat aktifutas pedagang binaan PEDALINDO di CFD Ponti setiap Minggu pagi . (ist/dok)

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Banyaknya  pelaku mikro yang berjalan tanpa izin, tanpa merek dagang, dari tanpa NIB (Nomor Induk Berusaha), hingga izin tempat berjualan menggugah  Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (PEDALINDO) memberikan wadah bagi UMKM untuk menjalankan aktifitasnya berbisnis.

 PEDALINDO adalah payung bagi lebih dari 20 ribu pelaku ekonomi kerakyatan di Sidoarjo — mulai dari pedagang kaki lima, pengrajin rumahan, hingga pelaku kuliner kreatif — yang selama ini berjuang di luar radar birokrasi.

“Masih banyak kawan-kawan pedagang yang belum dapat perhatian serius dari pemerintah. Kami ini bagian dari ekonomi rakyat, tapi belum semua dianggap bagian dari sistem,” ujar Junius Bram, Founder dan Ketua Umum PEDALINDO saat ditemui di Sidoarjo, Jumat (24/10/2025).

Menurut Bram, akar masalah UMKM bukan hanya di dana atau promosi, tapi pada “visibility” birokrasi dan legalitas.

“PEDALINDO hadir untuk menjadi jembatan. Kalau Dinkop UMKM bisa mengarahkan dan memberi ruang legal bagi pedagang jalanan, saya yakin ekonomi Sidoarjo bisa tumbuh lebih cepat. Transformasi dari Pedagang Jalanan menjadi Pelaku Usaha Profesional adalah misi utama kami,” tegasnya.

Peran PEDALINDO  terlihat dari kawasan GOR Sidoarjo dengan menaungi sekitar 700 pedagang tetap dan 3000 lebih pedagang tidak tetap binaan mereka berjualan di jalan Ponti. Setelah direlokasi dari kawasan perumahan Taman Pinang, berkat advokasi PEDALINDO, mereka mendapat izin sementara hanya berjualan setiap Minggu pagi hingga pukul 11 siang.

“Selama enam jam itu saja, omzet para pedagang bisa jutaan hingga puluhan juta rupiah. Bayangkan kalau legalitasnya diperluas, PAD Sidoarjo pasti ikut naik,” ujar Bram antusias.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Ajak Cucu Tanam dan Panen Golden Melon di Green House Masjid Al Akbar Usai Sholat Idul Adha

PEDALINDO tidak berhenti di sana. Mereka terus mendesak Pemkab agar menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur legalitas pedagang jalanan serta memperluas Car Free Day ke empat zona Sidoarjo.

Lebih progresif lagi, PEDALINDO bahkan sudah menyampaikan gagasan e-commerce kerakyatan untuk dikelola Pemkab Sidoarjo, kepada DPRD melalui Komisi B dan C.

“Kami ingin UMKM Sidoarjo punya platform digital sendiri. Tidak semua orang bisa main di marketplace besar, tapi mereka tetap bisa punya ruang yang aman dan legal. Ini adalah langkah professional go digital bagi pedagang jalanan,” katanya.

Digitalisasi memang kunci, namun PEDALINDO mengingatkan bahwa digitalisasi tanpa legalitas justru berbahaya. Bram mencontohkan pelaku usaha keripik rumahan yang ingin mengekspor produknya ke Eropa.

“Produk mereka bagus, tapi tanpa izin edar dan merek terdaftar, bisa ditolak bea cukai. Bahkan hak cipta bisa direbut orang lain,” katanya.

PEDALINDO membanggakan beberapa binaannya yang produknya sudah rutin dipasarkan di Belanda melalui diaspora Indonesia.

 “Di Eropa, produk kami laku keras di bazar dan pameran, bukan di supermarket. Artinya, produk rakyat punya daya saing, asal difasilitasi dengan benar dan memiliki legalitas yang kuat,” ucap Bram.

Momentum Naik Kelas: Dari Akad Massal KUR hingga Legalitas Kolektif

Semangat naik kelas itu kian nyata ketika Junius Bram mewakili pelaku usaha binaan PEDALINDO menghadiri Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Surabaya pada Selasa (21/10/2025).

“Partisipasi kami di acara ini adalah bukti bahwa pedagang jalanan, melalui pembinaan dan advokasi PEDALINDO, bisa naik kelas lewat pembiayaan yang tepat,” ujar Bram.

Langkah ini menjadi simbol bahwa UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, tapi gerakan sosial yang mengubah nasib ribuan keluarga kecil di Sidoarjo. PEDALINDO memastikan setiap anggotanya dibekali pemahaman akan pentingnya NIB, merek dagang, dan izin edar sebagai pondasi untuk bertransformasi menjadi Pelaku Usaha Profesional seutuhnya.

Baca Juga :  Petani Jadi Pilihan Gus Ipul Setelah Lengser

PEDALINDO percaya, legalitas usaha adalah pondasi kepercayaan. Dengan legalitas, UMKM bisa masuk e-katalog pemerintah, menandatangani kontrak, hingga menembus pasar global tanpa hambatan hukum.

Dengan sinergi legalitas, digitalisasi, dan akses modal ringan, diyakini UMKM di Sidoarjo berpotensi menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan Nasional.

“Kita ini sedang menyalakan api kecil di jalanan. Melalui PEDALINDO, api ini dijaga dan disiram dengan visi profesionalitas. Api ini akan menjadi nyala terang bagi ekonomi rakyat,” ujar Bram  optimis.

Dari jalanan ke dunia digital, dari lapak kecil ke layar global — inilah wajah baru Ekonomi Rakyat Indonesia yang bangkit dari Sidoarjo, berkat semangat transformasi dari Pedagang Jalanan menjadi Pelaku Usaha Profesional. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.