Waspada Lonjakan ISPA, Surabaya Gratiskan Vaksin Pneumonia untuk Balita

oleh -889 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menjelang musim pancaroba, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak balita yang menjadi kelompok paling rentan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah proaktif dengan menyediakan vaksinasi Pneumonia atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) secara gratis di seluruh puskesmas. Upaya ini diharapkan bisa memberikan perlindungan spesifik terhadap Pneumonia — salah satu komplikasi paling serius dari ISPA.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa program vaksin gratis ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga kesehatan masyarakat selama masa peralihan cuaca.

“Selama sepuluh tahun terakhir, tren kasus ISPA di Surabaya cenderung fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh perubahan musim, kondisi lingkungan, serta mobilitas penduduk,” ujar Nanik dalam keterangannya , Jumat (24/10/2025).

Meski tidak selalu meningkat tajam, Nanik menegaskan bahwa musim pancaroba tetap menjadi periode kritis yang memerlukan kewaspadaan ekstra agar tidak terjadi lonjakan kasus signifikan.

Dinkes Surabaya menetapkan tiga langkah utama untuk mencegah dan menangani potensi peningkatan kasus, terutama pada balita dan lansia:

1. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) — kampanye masif tentang etika batuk, penggunaan masker, dan kebiasaan mencuci tangan.

2. Pencegahan melalui imunisasi PCV gratis sebagai bagian dari Program Imunisasi Nasional.

3. Kesiapan fasilitas kesehatan (fasyankes) untuk deteksi dan penanganan dini kasus ISPA.

“Selain program imunisasi pemerintah, masyarakat juga bisa melakukan vaksinasi influenza secara mandiri di fasilitas kesehatan swasta,” tambah Nanik.

Seluruh tenaga kesehatan di Surabaya diwajibkan melakukan deteksi dini gejala ISPA dan memberikan tatalaksana sesuai standar agar kasus ringan tidak berkembang menjadi Pneumonia.

Dinkes juga memperkuat sistem pemantauan melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) milik Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Tipis, Hari Ini Rp 2,916 Juta per Gram

“Melalui SKDR, kami dapat memantau tren kasus secara real-time dan segera merespons bila ada potensi peningkatan atau kejadian luar biasa (KLB),” jelas Nanik.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga teratur. Selain itu, menggunakan masker saat sakit, mencuci tangan dengan sabun, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas, terutama pada balita dan lansia.

“Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius,” pungkas Nanik. (cit)