Pemprov Jatim Tawarkan Rusia Investasi Kembangkan Pelabuhan Probolinggo Jadi Pelabuhan Internasional

oleh -827 Dilihat
oleh
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono saat memberikan keterangan di Grahadi. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang kerja sama investasi dengan Pemerintah Rusia untuk mengembangkan Pelabuhan Probolinggo menjadi pelabuhan bertaraf internasional. Langkah ini diharapkan memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus mempercepat terwujudnya poros maritim Jawa Timur.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (21/10/2025).

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono mengatakan, Gubernur Khofifah secara langsung menawarkan kerja sama investasi kepada Rusia guna mempercepat pengembangan pelabuhan yang ditargetkan menjadi alternatif Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Tanjung Priok di Jakarta.

“Ibu Gubernur menawarkan peluang kerja sama kepada Rusia untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Probolinggo agar menjadi pelabuhan internasional,” ujar Nyono usai pertemuan.

Pelabuhan Probolinggo saat ini memiliki kedalaman 12 meter dan mampu melayani kapal hingga 50 ribu ton. Dalam rencana pengembangan, kedalamannya akan ditingkatkan menjadi 18 meter agar bisa disandari kapal besar berbobot 100 ribu ton atau kelas post panamax dengan panjang 300–400 meter.

“Perencanaannya sudah ada. Ke depan pelabuhan ini bisa menampung kapal 100 ribu ton, dan itu akan membuka peluang ekonomi besar bagi Jawa Timur,” tambah Nyono.

Pembangunan tahap awal diperkirakan menelan investasi Rp1,5–2 triliun dari total kebutuhan Rp6–7 triliun. Anggaran tersebut difokuskan pada perluasan dermaga, peningkatan fasilitas bongkar muat, dan penguatan area logistik ekspor-impor.

“Kalau hanya mengandalkan APBN tentu tidak cukup, karena itu kami membuka peluang investasi asing, termasuk dari Rusia,” jelasnya.

Saat ini, Pelabuhan Probolinggo telah memiliki dermaga berkapasitas 50 ribu ton dan area pergudangan seluas 6.000 meter persegi. Namun, untuk naik kelas menjadi pelabuhan internasional, sejumlah fasilitas tambahan masih diperlukan.

Baca Juga :  Wing Udara 2 TNI AL Tambah Captain Pilot Bell 505

Lokasinya yang strategis karena terhubung langsung dengan Tol Probolinggo Barat juga menjadi nilai tambah. Pelabuhan ini dinilai ideal untuk mendukung distribusi barang dari kawasan industri di Pasuruan, Lumajang, hingga Situbondo.

“Kalau kapal besar bisa langsung bersandar di Probolinggo, maka biaya logistik akan turun dan harga barang bisa lebih murah di tingkat konsumen,” ujarnya.

Pengembangan Pelabuhan Probolinggo menjadi bagian dari strategi poros maritim Jawa Timur, yang memiliki 21 dari 39 poros maritim nasional. Melalui sinergi investasi asing dan pemerintah daerah, Pemprov Jatim optimistis pelabuhan ini dapat berkembang menjadi simpul logistik internasional baru di kawasan timur Indonesia.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.