Hari Santri 2025, Gubernur Gratiskan Trans Jatim

oleh -609 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan hadiah di Hari Santri, 22 Oktober 2025 besok, berupa layanan gratis naik Trans Jatim untuk seluruh rute (kecuali armada luxury). Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus ajakan langsung dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat untuk beralih ke moda transportasi umum yang aman, nyaman, dan paling penting, ramah lingkungan.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa inisiatif ini menautkan nilai-nilai pengabdian santri dengan urgensi pembangunan transportasi publik modern yang berkelanjutan.

Gubernur Khofifah menjelaskan, momentum Hari Santri dimaknai sebagai refleksi nilai pengabdian, keikhlasan, dan gotong royong, semangat yang juga dibawa dalam kebijakan pembangunan sektor transportasi.

Pemberlakuan tarif gratis ini, lanjutnya, adalah bentuk apresiasi dan sekaligus upaya untuk menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat. “Transportasi massal bukan hanya soal kendaraan dan rute, tetapi juga bagaimana kita membangun kebiasaan baru — berpindah bersama, saling menghormati di jalan, dan ikut menjaga bumi yang kita tinggali,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Selasa (21/10/2025).

Khofifah menilai kebijakan tarif gratis ini memiliki nilai edukatif tinggi. Dengan merasakan langsung layanan Trans Jatim, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat besar menggunakan transportasi umum, baik dalam menekan kemacetan, maupun mengurangi emisi karbon. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa Trans Jatim adalah simbol mobilitas modern yang beradab dan efisien. Dari situ akan tumbuh kesadaran baru bahwa transportasi publik adalah masa depan kota yang berkelanjutan,” jelasnya.

Secara nasional, kebijakan ini mendukung upaya menekan polusi udara dan memperkuat ketahanan energi daerah. “Ketika lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi umum, kita ikut menekan polusi udara dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Ini kontribusi nyata Jawa Timur terhadap bumi,” tegas Khofifah.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Ajak Sukseskan Raimuna Pramuka di Pantai Prigi Trenggalek

Gubernur juga mengaitkan kebijakan pro-lingkungan ini dengan filosofi JATIM BISA — Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif. “Dalam konteks transportasi, JATIM BISA berarti masyarakat berdaya karena memiliki akses transportasi layak; inklusif karena semua bisa menikmatinya; sinergis karena kolaborasi lintas sektor; dan adaptif karena terus berinovasi,” terangnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai santri seperti kesederhanaan, kemandirian, dan tanggung jawab sosial, secara langsung diterjemahkan dalam tindakan nyata memilih transportasi publik. “Ketika kita memilih naik Trans Jatim, kita sedang menerjemahkan nilai-nilai santri dalam tindakan nyata — menghemat energi, mengurangi polusi, dan menumbuhkan budaya tertib di jalan,” ucapnya.

Khofifah berharap momentum Hari Santri 2025 menjadi titik tolak perubahan gaya hidup masyarakat Jawa Timur menuju transportasi publik yang lebih hijau dan berkelanjutan. “Semangat santri bukan hanya milik pesantren, tapi milik seluruh warga Jawa Timur. Naik Trans Jatim di Hari Santri adalah langkah kecil menuju perubahan besar — menuju Jawa Timur yang tangguh, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.