Ditopang Ekosistem Solid, BTN Targetkan Jadi Penyalur Utama Kredit Program Perumahan (KPP) Rp130 Triliun

oleh -619 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menancapkan target ambisius untuk menjadi penyalur utama Kredit Program Perumahan (KPP), skema pembiayaan baru yang diluncurkan pemerintah dengan total alokasi dana Rp130 triliun. Optimisme BTN ini didukung oleh ekosistem pembiayaan perumahan yang telah mereka bangun secara solid, serta basis data UMKM yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Program KPP ini menjadi angin segar bagi percepatan pemenuhan target Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. BTN, sebagai bank spesialis perumahan, yakin dapat mendominasi penyaluran kredit dengan menawarkan bunga khusus sebesar 6% per tahun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa kesiapan banknya didasarkan pada jaringan yang luas dalam sektor properti. Mereka telah memetakan ribuan pelaku usaha yang siap mengakses pembiayaan ini.

“Kami sudah mengidentifikasi ada 2.878 developer rumah, 5.442 kontraktor, dan 4.032 toko bangunan yang bisa mengakses KPP di BTN. Bahkan ada juga pedagang rumah. Kami berharap bisa menjadi mayoritas dalam menyalurkan kredit ini,” ujar Nixon usai menghadiri Peluncuran KPP dan Akad Massal KUR di Surabaya, Selasa (21/10).

Nixon menyebut skema KPP ini mengadopsi kemudahan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk bunga yang rendah, adanya penjaminan, dan proses aplikasi yang sederhana.

Secara rinci, KPP dibagi menjadi dua segmen utama. Pertama, Sisi Pasokan (Supply), ditujukan bagi pengembang (developer) UMKM. Mereka bisa mengajukan kredit hingga Rp5 miliar per debitur dan dapat diperpanjangan hingga empat kali dengan total plafon mencapai Rp20 miliar. Plafon yang besar ini diharapkan meningkatkan kecepatan pengembang dalam membangun rumah.

Kedua, Sisi Permintaan (Demand), ditujukan bagi masyarakat umum. Limit pembiayaan mencapai Rp500 juta, yang bisa digunakan untuk membeli, merenovasi rumah, atau membangun properti komersial seperti ruko hingga kos-kosan.

Baca Juga :  Tuban Jadi Tuan Rumah Pembukaan Liga 4 Jatim, Asprov: Kompetisi Terbesar Sepanjang Penyelenggaraan

Menurut Nixon, limit yang lebih besar dan proses yang sederhana membuat masyarakat semakin mudah memiliki rumah sekaligus menjalankan usaha. “Dengan bunga hanya 6%, program ini diharapkan membantu masyarakat memiliki rumah untuk usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Untuk sisa dua bulan tahun ini, BTN memprediksi akan menyalurkan KPP tahap awal sekitar Rp2 triliun. Penyaluran ini akan ditingkatkan signifikan pada tahun 2026.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membenarkan bahwa Pemerintah telah mengalokasikan anggaran total senilai Rp130 triliun untuk KPP. Angka tersebut dirinci dengan pembagian fokus Rp113 triliun dialokasikan untuk sisi pasokan (supply) dan Rp17 triliun dialokasikan untuk sisi permintaan (demand).

Menteri Airlangga menambahkan, target dari alokasi dana Rp130 triliun ini adalah membangun 320 ribu unit rumah untuk masyarakat, sekaligus menjadi mesin pendorong utama dalam mencapai target ambisius pemerintah dalam Program 3 Juta Rumah. Kehadiran BTN sebagai pemain utama dalam penyaluran KPP diharapkan dapat merealisasikan potensi pasar perumahan yang masif ini. (DEN)

No More Posts Available.

No more pages to load.