KILASJATIM.COM, Surabaya — Nama Indonesia kembali berkibar di kancah internasional berkat prestasi gemilang yang ditorehkan Hazazi Ajik, pemuda asal Surabaya yang berhasil meraih juara dua dalam ajang Grand Finals Asia Pasifik MONIN Coffee Creativity Cup (MCCC) 2025.
Kompetisi ini digelar di Kuala Lumpur, Malaysia bulan lalu dan diikuti oleh peserta-peserta terbaik dari 15 negara di kawasan Asia Pasifik. Capaian Hazazi menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lainnya dalam dunia mixology dan kreasi minuman berbasis kopi.
Keberhasilan Hazazi tidak hanya menjadi kemenangan pribadi, tetapi juga simbol dari kemajuan kreativitas dan daya saing generasi muda Indonesia dalam industri kopi dan minuman kreatif yang semakin berkembang.
Dalam ajang yang mengutamakan eksplorasi rasa, inovasi, dan storytelling dalam penyajian minuman, Hazazi mampu mencuri perhatian dewan juri internasional melalui karyanya yang sarat filosofi dan karakter kuat.
Kompetisi MCCC dikenal sebagai salah satu ajang bergengsi yang mempertemukan para barista dan mixologist muda dari berbagai negara untuk menampilkan inovasi terbaik mereka. Setiap peserta ditantang untuk menciptakan minuman orisinal yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki konsep cerita yang kuat serta mampu menggambarkan tema besar yang diusung, yaitu Alchemy of Flavour.
Tema ini mendorong para peserta untuk menyatukan elemen seni, sains, dan emosi ke dalam setiap racikan mereka.
Hazazi Ajik menjawab tantangan tersebut dengan menciptakan “Thea Nova”, sebuah minuman yang terinspirasi dari perpaduan alam dan ilmu pengetahuan, lalu dibingkai oleh emosi yang mendalam.
Ia menjelaskan bahwa setiap komponen dalam Thea Nova memiliki makna dan fungsi tertentu yang tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga menciptakan narasi kuat yang dapat dirasakan oleh siapa pun yang mencicipinya.
“Alam menghadirkan keragaman rasa dan dari sanalah perjalanan ini dimulai. Sains membantu saya membentuk dan menyatukannya, lalu emosi menjadi jembatan terakhir yang menghadirkan koneksi dengan siapa pun yang menikmatinya. Inilah alkemia rasa, sebuah transformasi dari bahan sederhana menjadi cerita yang hidup di setiap tegukan,” tutur Hazazi saat diwawancara.
Perjalanan Hazazi menuju podium juara dua tidak diraih secara instan. Pada tahun 2023, ia sempat mengikuti kompetisi serupa namun gagal menembus enam besar. Kegagalan tersebut justru menjadi batu loncatan yang memperkuat tekadnya untuk terus belajar dan mengasah kreativitas.
Ia mengaku menjalani proses yang panjang, mulai dari eksplorasi bahan, eksperimen resep, hingga pelatihan intensif dalam teknik presentasi dan storytelling. Semua itu dilaluinya dengan penuh dedikasi dan semangat untuk membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di dunia minuman kreatif.
Menurut Hazazi, keberhasilannya kali ini merupakan bukti nyata bahwa konsistensi, disiplin, dan kepercayaan diri adalah kunci dalam meraih hasil terbaik. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini membawa makna lebih dari sekadar penghargaan, karena di balik gelar juara terdapat perjalanan panjang yang penuh pelajaran dan pengalaman.
“Kemenangan ini bukan sekadar hasil dari sebuah kompetisi, tapi perjalanan panjang yang penuh dedikasi, konsistensi, dan pembelajaran. Namun lebih dari pencapaian pribadi, kemenangan ini adalah pesan bahwa kreativitas Indonesia mampu bersinar dan diperhitungkan di panggung dunia,” ujarnya.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas barista Indonesia dan mentor-mentor senior di bidang mixology, juga turut berperan dalam kesuksesan Hazazi. Ia mengaku banyak belajar dari masukan dan kritik konstruktif yang diterimanya selama proses persiapan, serta menjadikan setiap sesi latihan sebagai momen refleksi dan pertumbuhan.
Lebih dari itu, ia berharap prestasinya dapat membuka jalan dan memberikan inspirasi bagi barista muda lainnya di Tanah Air untuk berani bermimpi besar dan mengukir nama di kancah internasional.
Ajang MONIN Coffee Creativity Cup sendiri merupakan bagian dari rangkaian kompetisi global yang diselenggarakan oleh perusahaan minuman asal Prancis, MONIN, yang dikenal luas di industri F&B internasional.
Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada inovasi rasa, tetapi juga menjadi wadah penting bagi para pelaku industri kopi untuk mengekspresikan budaya, identitas, dan nilai-nilai melalui karya minuman yang autentik.
Dengan torehan prestasi ini, Hazazi Ajik tidak hanya membawa pulang medali kehormatan, tetapi juga kepercayaan dan kebanggaan yang besar bagi Indonesia. Ia berhasil menunjukkan bahwa dari tangan-tangan kreatif anak bangsa, lahir karya-karya yang mampu berbicara di panggung.(kar)




