KUR Perumahan Disambut Antusias, REI Jatim: Momentum Bangkitkan Ekonomi Daerah

oleh -1062 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang baru diluncurkan pemerintah pusat mendapat sambutan hangat dari pelaku usaha properti di Jawa Timur. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi para pengembang kecil dan menengah yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan perbankan.

Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur, Mochamad Ilyas, mengatakan bahwa program KUR Perumahan merupakan terobosan penting yang sangat ditunggu para anggota REI di daerah.

“Program ini sangat ditunggu. Satu perusahaan bisa mendapatkan plafon hingga Rp5 miliar dan bisa bersifat revolving. Dari 600 anggota REI Jatim, sudah ada lebih dari 170 pengembang yang menyatakan minat, dengan estimasi kebutuhan mencapai Rp187 miliar,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi KUR Perumahan di Surabaya, Rabu (15/10/2025).

Menurut Ilyas, banyak pengembang lokal sebelumnya memilih meminjam dana dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) meski dengan bunga lebih tinggi, karena proses kredit di bank umum tergolong panjang dan rumit. Melalui program KUR Perumahan, akses pembiayaan menjadi lebih terbuka dan terjangkau, apalagi bunga pinjaman disubsidi pemerintah hingga 5 persen.

“Biasanya bunga pinjaman ke bank bisa 11 persen. Dengan subsidi ini, pengembang cukup membayar sekitar 6 persen saja. Ini tentu sangat membantu,” tambahnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, menjelaskan bahwa KUR Perumahan merupakan program baru yang untuk pertama kalinya diluncurkan dalam sejarah Indonesia. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp130 triliun secara nasional.

Dana ini ditujukan untuk mendukung ekosistem industri perumahan, mulai dari kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan yang tergolong UMKM, dengan modal maksimal Rp10 miliar dan omzet hingga Rp50 miliar.

Baca Juga :  Menteri Perumahan Rakyat Targetkan Jawa Timur Serap Rp20 Triliun dari KUR Perumahan Nasional

Secara nasional, pemerintah menargetkan sekitar 15 persen atau Rp18 triliun dari dana tersebut bisa terserap di Jawa Timur.

“Dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia dan anggota REI yang aktif, potensi serapan KUR di Jatim sangat besar,” kata Ara.

Program KUR Perumahan juga diproyeksikan akan berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Menurut Ara, setiap proyek rumah subsidi mampu menyerap sedikitnya lima tenaga kerja langsung.

“Dengan kuota pembangunan sekitar 300 ribu unit rumah subsidi tahun ini — terbesar sepanjang sejarah — program ini berpotensi menciptakan lebih dari 1,6 juta lapangan kerja,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ara menyebut bahwa efek ekonomi lanjutan juga akan dirasakan masyarakat sekitar proyek perumahan.

“Ada ibu-ibu yang buka warung, sopir truk pengangkut material, hingga industri semen, keramik, dan cat yang ikut terdongkrak. Ini akan menggerakkan ekonomi rakyat secara menyeluruh,” imbuhnya.

Selain bunga ringan, pemerintah juga memberikan insentif berupa pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ara menyebut kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat kecil dan pelaku usaha.

“BPHTB gratis, PBG gratis, dan bunga KUR yang ringan. Ini benar-benar kebijakan yang berpihak pada masyarakat dan pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan regulasi dan kemudahan akses permodalan, REI Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk mengakselerasi pembangunan perumahan di daerah.

“Kami siap mengeksekusi secara masif di Jawa Timur. Ini momentum besar untuk menggerakkan ekonomi dari sektor perumahan,” pungkas Ilyas.

Program KUR Perumahan menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor properti di daerah dan diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.