Merayakan Hari Pangan Sedunia Dengan Berkebun di Rumah

oleh -1273 Dilihat

KILASJATIM.COM, MalangTunas itu mulai tumbuh, setelah sepekan lalu benih kami tabur di atas tanah, dalam pot kecil bekas wadah cokelat. Sebelum kami pindah ke wadah lebih besar.

Ini bukan fomo, turut bicara ketahanan pangan. Tapi, kebiasaan sejak delapan tahun lalu, menanam sayur untuk kebutuhan sendiri. Dari kacang panjang, ucet, wortel, sawi, bayam, cabe, tomat, serai, jahe, kunci dan masih banyak lagi.

Semua kami tanam di wadah bekas, botol air mineral, minyak, sabun cuci dan sebagainya. Setiap sore, sayur kami potong sesuai kebutuhan. Untuk kacang panjang, lima helai cukup sekali makan, di oseng-oseng dengan kerang, sebab panjangnya lebih dari setengah meter. Sayangnya tanaman rambat itu kian lebat menjalar sampai kabel listrik, dikhawatirkan mengundang ular, akhirnya dipangkas.

Menanam sayur sendiri, cukup membantu, selain mengurangi pengeluaran belanja juga lebih sehat. Tanpa pestisida.

Untuk membuat sup, cukup menggali pot mengambil dua biji wortel, lima ucet, sawi, seledri dan kucai pengganti daun berambang. Semua dipetik dari halaman rumah.

“Ini bentuk ketahanan pangan nyata, seperti himbauan pemerintah saja” kata Minuk, Ketua PKK RT 05, saat berkunjung ke rumah, Kamis (16/10/2025) sore tadi.

Sungguh ini, bukan karena anjuran pemerintah. Tapi upaya mengajarkan bertanam sejak dini pada anak. Memanfaatkan sampah organik. Sayur busuk dan kulit buah ditampung pada wadah lantas ditimbun tanah. Begitu kompos kami buat.

Bukan hanya itu, memanen sayur sendiri, turut mengajarkan anak suka makan sayur. Mengingat gempuran makanan siap saji ada dimana-mana. Terutama pada medsos, menampilkan deretan foto makanan Olahan bercitarasa pedas. Tanpa sayur hanya saus yang meleleh.

Sebab di perkotaan makanan bukan sekadar kebutuhan dasar. Tapi simbol gaya hidup, menunjukkan kelas dan validasi disebut modern, kekinian.

Baca Juga :  Laki-laki dengan Senyum Misterius yang Memiliki Tongkat Ajaib

Untuk mendapat benih jangan khawatir, toko online menyediakan berbagai jenis benih sayuran, harganya mulai seribuan. Cukup murah bukan.

Dan, di Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober, dengan tema global “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future”, bermakna “Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik”. Membaca tema tersebut, apa yang kita lakukan sangat kecil. Namun, sekecil-kecilnya kita harus berbuat sesuatu yang baik dari diri sendiri. (TQI)