KILASJATIM.COM, Surabaya – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya resmi meluncurkan layanan parkir valet di kawasan Jalan Tunjungan, Selasa (14/10/2025) malam. Program ini menjadi inovasi terbaru Pemkot Surabaya untuk mempermudah pengunjung kawasan wisata Tunjungan Romansa yang kian padat, sekaligus mengatasi keterbatasan lahan parkir di pusat kota.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan layanan valet ini merupakan langkah jemput bola agar fasilitas parkir milik Pemkot, terutama Gedung Parkir Siola, bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Inovasi valet ini kami hadirkan untuk mengoptimalkan fasilitas parkir Pemkot yang selama ini belum digunakan secara maksimal. Dengan sistem ini, warga cukup menyerahkan kendaraan, dan petugas akan memarkirkannya dengan aman di lokasi resmi,” ujar Trio.
Dishub menyiapkan tiga lokasi utama untuk kendaraan valet:
1. Gedung Parkir Siola, mampu menampung sekitar 100 unit kendaraan di lantai tujuh.
2. Area frontage depan Gedung Siola, tepat di sekitar patung meriam dan kereta besi, berkapasitas 25 unit, khusus untuk mobil berukuran tinggi.
3. Area park and ride Genteng Kali, dengan kapasitas 18–25 unit kendaraan.
Trio menegaskan, seluruh kendaraan valet akan ditempatkan di lahan milik Pemkot agar keamanan dan kenyamanan warga terjamin.
“Kami pastikan kendaraan dititipkan di lokasi resmi dan aman. Warga tidak perlu khawatir soal keamanan,” katanya.
Setiap hari, Dishub menurunkan tujuh petugas valet dan dua petugas administrasi dari UPT Parkir. Mereka telah menjalani pelatihan khusus bersama Satlantas Polrestabes Surabaya agar memahami prosedur keselamatan berkendara dan etika pelayanan publik.
Sebelum kendaraan dibawa, petugas akan memeriksa kondisi kendaraan bersama pemilik, mencatat identitas dan nomor telepon, serta memberikan karcis digital sebagai bukti penitipan. Komunikasi dilakukan melalui WhatsApp untuk konfirmasi pengambilan kendaraan.
Tarif valet mengacu pada Perda Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2023:
Rp10.000 untuk tiga jam pertama
Rp2.000 per jam berikutnya
Maksimal Rp18.000 untuk enam jam.
“Tarifnya kami buat terjangkau agar semua kalangan bisa menikmati layanan publik ini, tidak seperti valet di mal yang biayanya jauh lebih tinggi,” kata Trio. (FRI)




