Kementerian PU Siapkan Rp 8,98 Triliun untuk Perbaikan Jalan Daerah 2025-2026

oleh -817 Dilihat
oleh
(Foto: Ilustrasi-Ist/kilasjataim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan Rp 8,98 triliun untuk program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang menargetkan 427 kegiatan pembangunan jalan dan jembatan pada 2025-2026. Program ini bertujuan memperbaiki konektivitas jalan daerah, khususnya untuk mendukung kawasan produksi pangan, energi, dan distribusi logistik nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya program ini bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketersediaan jalan yang baik adalah tulang punggung ekonomi daerah. Percepatan peningkatan jalan daerah akan mengoptimalkan potensi pangan dan energi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (15/10/2025).

Dana Rp 8,98 triliun terbagi dalam dua tahapan. Tahap I senilai Rp 3,98 triliun untuk 234 kegiatan, menyerap 14.333 tenaga kerja. Tahap II senilai Rp 3,12 triliun untuk 193 kegiatan dengan 8.562 tenaga kerja, sementara Rp 1,88 triliun dialokasikan untuk kontrak jamak (MYC) 2026.

Kegiatan prioritas ditetapkan berdasarkan kriteria tematik, kemantapan jalan, dan keberlanjutan usulan. Secara tematik, sebagian besar fokus pada swasembada pangan (73,5%), peningkatan konektivitas (11,3%), swasembada energi (1,3%), dan tematik lain seperti pariwisata, industri, dan transmigrasi (13,9%).

Distribusi geografis program menunjukkan 63,4% dialokasikan untuk wilayah barat Indonesia dan 36,6% untuk wilayah timur, dengan total panjang jalan yang dibangun 1.576 kilometer dan pembangunan jembatan 458,1 meter.

Pelaksanaan dilakukan oleh Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN/BPJN) di tiap provinsi, dibantu konsultan supervisi untuk menjamin kualitas sesuai spesifikasi dan waktu. Pemerintah daerah berperan melalui sistem usulan berbasis aplikasi SITIA, dengan kewajiban menyertakan dokumen teknis seperti desain, studi kelayakan, dan dokumen lingkungan.

“Sinergi pusat dan daerah memastikan setiap kilometer jalan memberikan dampak langsung, mulai dari akses ekonomi yang lebih baik, efisiensi logistik, hingga penciptaan lapangan kerja baru,” tambah Dody.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.