PENS Kembangkan APENS-IoT, Inovasi Pertanian Pintar untuk Petani Pemula

oleh -478 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dua mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Dafit Ody Endriantono dan M. Krisnanda Vilovan, mengembangkan inovasi Aquaculture APENS-IoT agar lebih aplikatif bagi petani pemula. Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) itu mendapat sambutan hangat dari komunitas Inisiatif Bangkalan yang aktif menggerakkan pertanian urban dan pengelolaan lingkungan.

Pertemuan antara dua mahasiswa PENS dengan komunitas Inisiatif Bangkalan pada pertengahan Agustus lalu menjadi titik penting pengembangan inovasi teknologi pertanian cerdas yang mereka kembangkan. Dalam kegiatan tersebut, Dafit Ody memaparkan sistem Aquaculture APENS-IoT, sebuah perangkat yang mampu memantau kondisi tanaman sekaligus mengatur pakan ikan secara otomatis dan terintegrasi dengan aplikasi Android.

Menurut Ardhan Izzanul, pengurus Inisiatif Bangkalan, inovasi tersebut sejalan dengan semangat komunitasnya dalam mendorong masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan kemandirian pangan. “Selain meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan, kami juga mengedukasi warga untuk mengelola sampah dan mengembangkan kebun organik. Inovasi APENS-IoT ini sangat relevan, terutama bagi petani urban yang ingin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” terang  Ardhan.

Ia menambahkan, pertanian urban (urban farming) kini menjadi tren menarik bagi masyarakat perkotaan, termasuk di Bangkalan. “Kami mulai mengajak masyarakat untuk menjadi petani urban, memproduksi sayur, buah, bahkan protein hewani secara mandiri. Teknologi seperti ini bisa menjadi solusi praktis,” tambah Ardhan.

Selama sesi diskusi yang berlangsung sekitar satu jam, Ody menerima banyak masukan dari anggota komunitas, terutama terkait adaptasi sistem terhadap kondisi lingkungan yang berbeda. Walau sebelumnya APENS-IoT telah diimplementasikan di kebun SerPis, Surabaya, Ody menyadari bahwa faktor iklim dan lokasi menuntut penyesuaian teknis tertentu.

Menindaklanjuti hal itu, Ody melakukan sejumlah pembaruan pada sistemnya, antara lain: Stabilisasi prototipe agar lebih tahan lama dan minim gangguan. Pemutakhiran aplikasi menjadi sepenuhnya berbasis IoT sehingga lebih mudah diakses pengguna.

Baca Juga :  Mahasiswa Ubaya Juara 1 Lomba Debat Bawaslu RI

Selain itu, mereka juga menyiapkan buku panduan (manual book) khusus bagi petani akuaponik pemula, berisi langkah-langkah praktis budidaya tanaman dan ikan, rekomendasi bibit, serta takaran pakan yang tepat. “Ada tantangan agar motivasi petani pemula tetap terjaga, karena biasanya tingkat kegagalannya tinggi. Kami ingin inovasi ini benar-benar membantu mereka di tahap awal,” ungkap Ody.

Lebih jauh, mahasiswa semester tujuh PENS itu menilai pertanian urban bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi bagian dari gerakan menuju kemandirian pangan nasional. “Kalau APENS-IoT bisa diterapkan lebih luas, hasil pertanian bisa meningkat dan masyarakat semakin mandiri. Saya senang karena dari kegiatan di Bangkalan itu kami mendapat banyak pelajaran praktis,” katanya.

Meski kegiatan berlangsung dua bulan lalu, komunikasi antara Ody dan komunitas Inisiatif Bangkalan masih terus terjalin. “Kami masih berhubungan dan saling memberi masukan untuk perbaikan sistem. Semoga ke depan ada kesempatan lagi untuk uji coba langsung di Bangkalan,” pungkas Ody.(tok)