SUN Energy Cetak Generasi Pemimpin Muda Vokasi Dukung Indonesia Emas 2045

oleh -472 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – SUN Energy, sebagai pengembang proyek keberlanjutan di Indonesia, menunjukkan komitmen Environment, Social, Governance (ESG) dengan membangun kualitas sumber daya manusia, terutama generasi pemimpin muda Indonesia.

Gelaran pelatihan non-teknis bagi siswa terpilih di SMK Tanoko, Pasuruan, Jawa Timur ini membekali siswa dengan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan, agar mereka siap menghadapi tuntutan dunia kerja serta mampu menjadi generasi muda yang berdaya saing tinggi dalam menyongsong era Indonesia Emas 2045.

Anggita Pradipta, Group Head of Marketing SUN Energy, menjelaskan, kegiatan ini selain bicara mengenai teknologi dalam transisi energi di Indonesia, kita juga bicara tentang siapa yang akan memimpin perubahan.

“Melalui workshop ini, kami ingin membekali siswa sebagai
tenaga kerja siap pakai serta calon pemimpin yang berani bicara, mampu memimpin dan siap mendorong Indonesia menuju masa depan berkelanjutan,” ujar Anggita Pradipta.

Sementara itu, Aris Cahyono, Kepala Sekolah SMK Tanoko, mengapresiasi inisiatif ini dan menilai pelatihan ini dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan siswa yang memiliki daya saing tinggi, terutama bagi siswa vokasi yang biasanya sangat fokus pada keterampilan teknis.

Pelatihan non-teknis seperti ini dapat membangun kepercayaan diri siswa, sebagai calon pemimpin masa depan bangsa. Kami berterima kasih kepada SUN Energy yang bersedia memperkuat peran sekolah dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Semoga hal ini dapat menginspirasi sektor industri untuk berkolaborasi dengan sekolah vokasi seperti
SMK Tanoko ini,” jelas Aris Cahyono

Mutiara, Ketua OSIS SMK Tanoko yang menjadi peserta pelatihan, turut berbagi pengalaman pribadinya dan mendapatkan banyak hal baru, terutama untuk meningkatkan
kemampuan diri saya dalam memimpin pada pelatihan yang diselenggarakan oleh SUN Energy ini.

Baca Juga :  76 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibraka Nasional 2025, Ini Daftarnya

“Saya berharap dapat menerapkan materi pelatihan ini dalam kehidupan
sehari-hari, baik di sekolah maupun ke depannya saat terjun langsung ke dunia kerja,” papar Mutiara.

Pelatihan ini sejalan dengan agenda Indonesia Emas 2045, di mana bonus demografi 2030-2040 harus dioptimalkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045, dan salah satu fokusnya adalah penguatan pendidikan vokasi agar lebih link and match dengan kebutuhan industri. Namun, data terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada lulusan SMK tetap menjadi
yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 9,01%.

Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 14 ribu SMK dengan lebih dari 5 juta siswa, sehingga kolaborasi antara sekolah vokasi dan dunia industri menjadi kunci untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan pendidikan vokasi yang tengah digalakkan pemerintah, termasuk inisiatif Merdeka Belajar Vokasi, yang mendorong kolaborasi erat antara sekolah dengan dunia industri.

SUN Energy sendiri telah aktif mendukung sekolah vokasi melalui berbagai program tanggung jawab sosial sebagai bentuk inisiatif ESG, mulai dari pembangunan PLTS Atap hingga pelatihan teknis dan non-teknis.

Dengan pendekatan menyeluruh ini, perusahaan berupaya memastikan generasi muda tidak hanya menjadi tenaga kerja siap pakai, tetapi juga calon pemimpin yang berkontribusi dalam percepatan transisi energi bersih di Indonesia. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.