8 Santri Ditemukan Meninggal, Identifikasi Terkendala Sidik Jari Rusak

oleh -769 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny terus bertambah. Hingga Jumat (3/10/2025), total 116 korban telah ditemukan, dengan 13 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebut delapan korban baru berhasil dievakuasi pada hari ini. “Total korban hingga sore ini 116 orang, dengan 13 meninggal dunia. Semua langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim,” ujarnya.

Tiga korban ditemukan beruntun pada sore hari, masing-masing sekitar pukul 17.15, 17.20, dan 17.30 WIB. Menurut Nanang, kondisi jenazah masih utuh meski sudah menunjukkan tanda pembengkakan. Proses pencarian disebut akan terus dilakukan selama 24 jam penuh.

Sementara itu, di RS Bhayangkara Surabaya, tim forensik masih berupaya mengidentifikasi jenazah. Kabid DVI Pusdokkes Polri, AKBP dr Wahyu Hidajati, mengatakan lima dari delapan jenazah yang masuk pada Jumat ini diduga anak-anak berusia 12–15 tahun.

Namun, tim menghadapi kendala karena kondisi sidik jari sudah rusak. “Belum ada yang teridentifikasi. Jika sidik jari tidak bisa digunakan, langkah terakhir adalah pemeriksaan DNA,” jelas Wahyu.

Proses tes DNA, lanjutnya, bisa memakan waktu tiga hari hingga dua minggu, tergantung kondisi jaringan tubuh. “Kami mohon keluarga bersabar. Tim berusaha maksimal agar proses identifikasi bisa segera selesai,” pungkasnya.(cit)

Baca Juga :  Jelang Pilpres 2024, Puan Terima Banyak Tawaran Duet Capres

No More Posts Available.

No more pages to load.