Menko PMK Hidupkan Lagi Program TOSS, Percepat Penanganan TBC

oleh -446 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pemerintah serius mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) dengan menghidupkan kembali program Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS). Hal itu disampaikan saat meninjau Klinik TB Terpadu RS Siti Khodijah Sidoarjo, Kamis (2/10/2025).

Pratikno menyebut prevalensi TBC di Indonesia masih tinggi, menempati peringkat kedua dunia setelah India. Penanganan penyakit menular ini sempat melambat saat pandemi Covid-19, namun kini pemerintah mempercepat upaya pengendalian. “Pemerintah sedang sangat serius menangani tuberkulosis. Kita hidupkan lagi TOSS ya, Temukan Obati Sampai Sembuh. Jadi kita tidak usah khawatir, tapi harus tetap waspada,” terang Pratikno.

Sebagai langkah strategis, pemerintah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) yang kini aktif di delapan provinsi prioritas, termasuk Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, NTT, serta beberapa provinsi di Jawa dengan kasus tinggi. Upaya ini diperkuat dengan program Desa Siaga TB yang melibatkan RS Muhammadiyah, PW Wanita LDII, PW Muslimat NU, dan Komunitas Penggiat TBC Jatim.

Menurut Pratikno, penanganan TBC bukan hanya soal medis, tetapi juga memerlukan dukungan lingkungan dan pola hidup sehat.
“Penderita TB harus kita dukung. Setelah diobati satu bulan, mereka sudah tidak menular lagi. Jadi tidak boleh ada stigma buruk,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk pemenuhan nutrisi, perbaikan ventilasi dan pencahayaan rumah, hingga keterlibatan kementerian lain. “Ini harus jadi kerja semua sektor, bukan hanya Kementerian Kesehatan. Kami sudah koordinasikan lintas kementerian,” jelasnya.

Mengacu Global TB Report WHO 2024, estimasi kasus baru TBC di Indonesia mencapai 1.090.000 orang. Oleh karena itu, Pratikno menekankan percepatan skrining untuk menemukan penderita lebih dini. “Yang penting sekarang ini adalah penemuan kasus secepat-cepatnya. Skrining harus dipercepat agar penderita segera diobati, didukung, biar cepat sembuh, dan tidak menular ke orang lain,” pungkas Praktikno.(tok)