Musholla di Ponpes Al Khoziny Ambruk, BNPB: 91 Santri Diduga Masih Tertimbun Reruntuhan

oleh -1154 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Harapan keluarga korban masih tertuju pada upaya evakuasi yang terus dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Rabu (1/10/2025) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 91 orang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan mushala tiga lantai yang ambruk saat digunakan santri untuk salat Ashar, Senin (29/9/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan operasi pencarian kini memasuki tahap krusial.

“Petugas terus berupaya mengevakuasi sekitar 91 orang yang masih terjebak di dalam reruntuhan,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Sejak hari pertama, 332 personel gabungan dikerahkan dari Basarnas, BPBD Jatim, BPBD sejumlah daerah, TNI, Polri, hingga relawan. Dua eskavator telah disiagakan, tetapi penggunaannya ditunda untuk meminimalkan risiko runtuh susulan.

“Alat berat belum difungsikan karena getarannya dikhawatirkan memperparah kondisi bangunan,” kata Muhari.

Petugas masih mengandalkan cara manual, menggali celah di antara puing-puing dan membuat akses lubang kecil untuk menjangkau korban. Metode ini dipilih agar peluang selamat korban tetap terjaga, terutama mereka yang diduga berada di bagian tengah reruntuhan.

Kantor Basarnas Surabaya mencatat, hingga Selasa (30/9/2025) malam, total 100 orang telah dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh tim SAR. Dari jumlah itu, tiga santri meninggal dunia, 26 menjalani rawat inap, satu dirujuk ke Mojokerto, sementara 70 lainnya dipulangkan.

Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit sekitar Sidoarjo:

  • RSUD Notopuro: 40 pasien (8 rawat inap, 2 meninggal, 30 dipulangkan)
  • RSI Siti Hajar: 52 pasien (11 rawat inap, 1 meninggal, 1 dirujuk, 39 dipulangkan)
  • RS Delta Surya: 6 pasien rawat inap
  • RS Sheila Medika: 1 pasien, sudah dipulangkan
  • RS Universitas Airlangga: 1 pasien rawat inap
Baca Juga :  Cuaca Hari Ini Didominasi Cerah Berawan

Tiga korban meninggal diketahui bernama Maulana Affan Ibrahimafic (15) dan Mochammad Mashudul Haq (14), keduanya asal Surabaya, serta Muhammad Soleh (22) asal Bangka Belitung.

Hari ketiga pencarian dianggap sebagai fase golden time, periode penting bagi penyelamat untuk menemukan korban yang masih hidup. Keluarga korban yang menunggu di lokasi pun diliputi kecemasan dan harapan besar.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.