KILASJATIM.COM, Surabaya – PT PLN (Persero) terus meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan pada momentum hari kesaktian pancasila.
Melalui berbagai kegiatan yang digelar di Surabaya, Gresik, Kediri, Jember, hingga Ponorogo, PLN menghadirkan pelatihan, simulasi, dan edukasi yang menyasar pegawai, mitra kerja, maupun pelajar sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan sejak dini.
Di Surabaya, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya Utara melaksanakan kegiatan “Simulasi Menaklukkan Si Jago Merah dalam Tanggap Bencana” yang diikuti oleh 55 pegawai dan mitra kerja. Didukung Tim Pemadam Kebakaran Pasar Turi, peserta mendapatkan pembekalan pencegahan kebakaran hingga praktik menggunakan APAR dan hydrant.
Team Leader K3L, Nadiah Nathalia, menegaskan bahwa simulasi ini menjadi bukti keseriusan PLN dalam melindungi insan PLN sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat.
Langkah serupa juga dilakukan PLN UP3 Gresik dengan menggelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan Sosialisasi Penanggulangan Bencana bersama Dinas Damkar dan BPBD Gresik. Selain materi teori, pegawai juga dibekali keterampilan teknis pemadaman api menggunakan APAR jenis CO₂ dan powder, serta simulasi evakuasi gempa bumi.
Manager PLN UP3 Gresik, Suhandopo, menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
“Dengan pengetahuan yang benar, pegawai bisa menyelamatkan diri sekaligus membantu orang lain,” ujarnya.
Tidak hanya menjangkau lingkup internal, edukasi juga menyasar generasi muda. PLN UP3 Kediri menggelar sosialisasi di SMK Islam 1 Blitar. Ratusan siswa mendapat pemahaman seputar bahaya korsleting, pentingnya instalasi listrik sesuai standar, hingga larangan bermain layangan di sekitar jaringan.
“Keselamatan ketenagalistrikan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap generasi muda dapat lebih peduli dan waspada dalam menggunakan listrik,” jelas Angga, Team Leader K3L dan KAM PLN UP3 Kediri.
Tak hanya itu, PLN juga menggelar agenda PLN Mengajar di SMA Negeri 1 Tanggul. Selain mengenalkan bahaya listrik dan tanggung jawab penggunaan instalasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kuis, beasiswa pendidikan, hingga promosi diskon tambah daya Kado Listrik Ceria (Kalcer).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir menekankan bahwa kesadaran akan keselamatan harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda dapat menjadi duta keselamatan ketenagalistrikan di lingkungannya.
“Rangkaian kegiatan di berbagai daerah ini menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan. Melalui simulasi bencana, sosialisasi, hingga edukasi ke sekolah-sekolah, PLN berkomitmen menciptakan budaya _Zero Accident_, _Zero Harm_ dalam pemanfaatan tenaga listrik serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan ketenagalistrikan,” pungkas Ahmad. (nov)


