Cara Mudah  Berinvestasi  Emas dengan Layanan Digital  di Pegadaian, Cukup  Dilakukan Lewat Gawai

oleh -801 Dilihat

Imam Ghozali menunjukkan aplikasi Pegadaian (PDS) yang sudah diperbarui dan sudah bisa diakses memudahkan nasabah dalam berbagai hal, transaksi, memantau saldo atau jual beli emas kapan saja dan di mana saja dalam satu perangkat bernama gawai.  (Kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Era digitalisasi sekarang ini semakin memudahkan masyarakat dalam berbagai transaksi.. Tanpa ribet, tidak harus keluar rumah, tanpa harus kekantor cabang, dan tidak harus mengeluarkan biaya,  cukup dengan membuka aplikasi. Tak mau ketinggalan dengan percepatan tehnologi peralihan  transformasi  digital tersebut jasa keuangan seperti PT Pegadaian  langsung ikut ambil bagian dengan menawarkan aplikasi mobile untuk solusi keuangan yang inklusif dan terjangkau  untuk masyarakat.

Pegadaian lewat Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) tidak mau ketinggalan justru ingin tampil di depan ambil momentum dengan memanfaatkan teknologi guna menarik sebanyak mungkin pengguna.

Pemimpin Wilayah Pegadaian Surabaya Beni Martina Maulan mengatakan layanan digital Pegadaian adalah solusi transaksi keuangan berbasis teknologi yang dapat diakses melalui aplikasi Pegadaian Digital atau situs web resmi, memungkinkan nasabah melakukan pembiayaan, mengelola tabungan emas, melakukan pembayaran berbagai tagihan, hingga membeli pulsa dan tiket.

“Tujuannya jelas PDS adalah layanan digital dalam bentuk aplikasi berbasis web dan mobile yang diluncurkan oleh PT. Pegadaian dalam rangka mempermudah para nasabah dan calon nasabah dalam bertransaksi dengan Pegadaian tanpa harus datang ke outlet Pegadaian,’ ujar Beni Martina dalam satu kesempatan bersama media di Surabaya belum  lama berselang.

Menurut Beni, meski sudah ada layanan PDS , layanan  konvensional masih dipertahankan yakni dengan mendatangi kantor Pegadaian bagi nasabah yang memang belum bisa menggunakan aplikasi PDS, khususnya yang ada di daerah dan tidak familiar dengan penggunaan smartphone.

“Guna maksimalisasi aplikasi PDS Pegadaian terus di upgrade dan dalam waktu dekat akan diluncurkan model terbaru yang lebih baik. Saat ini terus dilakukan percobaan dari sisi security, demi kenyamanan dan kemudahan. Juga dari tampilan, kecepatan PDS sehingga pemakai tidak lagi kesulitan bahkan dimudahkan.” imbuhnya.

Saat ini pengguna PDS sekitar 277 ribu yang install dan sudah transaksi. Angka ini dipastikan akan tumbuh pesat seiring dengan makin pahamnya masyakarat dengan transaksi digital yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup saat ini.  Pegadaian pun menargetkan bisa menambah lagi  1,2 juta kastamer.

Baca Juga :  Rumah BUMN Go Internasional, SIG Dukung INACRAFT Majukan UMKM

Gaya hidup serba digital ini juga dimanfaatkan benar okeh Imam Ghozali, ayah tiga orang anak yang sejak puluhan tahun menjadi kastamer Pegadaian.

“Sejak masih konvensional dengan mendatangi kantor pegadaian terdekat untuk transaksi baik itu pinjam maupun membayar angsuran. karena saat ini serba dimudahkan, dua tahun terakhir sejak Covid  pegadaian meluncurkan aplikasi, sejak saat itulah saya menggunakannya hingga kini,” ujar Igho panggilan  akrabnya saat ditemui di kediamannya kawasan Wiyung Surabaya.

Sebagai nasabah/kastamer Pegadaian, Igho  melirik emas /logam mulia (LM)  dalam berinvestasi. Di tengah segala kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, banyak kalangan  merasa ragu dan bingung dalam memilih investasi yang tepat. namun tidak bagi Imam, dengan pendapatan di atas upah minimum kota Surabaya, Imam mampu menyisihkan gajinya tesebut untuk ditabung.

“Saya ingin mulai menabung untuk masa depan,  saya memilih investasi LM dengan cara menabung, saya  tertarik untuk investasi emas, karena aman, nyaman fan harganya naik terus,” dalihnya.

Menabung emas sudah bisa dirasakan,  manfaatnya diantaranya beli beberapa investasi seperti sawah, mobil dan pastinya buat pendidikan anak juga ibadah haji.

Ayah dengan tiga orang anak yang beranjak remaja ini sudah melaksanakan haji bersama istrinya beberapa tahun lalu, dan saat ini juga sudah pula mendaftarkan untuk berangkat haji lagi tahun 2030.

“Saya menabung emas tabungan emas pegadaian bisa jadi 5 tahun lagi harga emas akan terus naik. Untungnya akad nya ketika awal transaksi jadi sangat menguntungkan,” paparnya.

Kenapa saya memilih berinvestasi dengan cara menabung emas? Karena saya sudah melihat yang dilakukan orang tua saya  investasi jangka panjang. Saya memilih LM  karena sebagai lindung nilai dan nilai emas tidak pernah turun justru terus naik tiap tahunnya dan pas buat investasi jangka panjang,” urai Igho.

Yang menjadikan dirinya “kerasan” berinvestasi Logam Mulia (LM) di Pegadaian bukan tanpa alasan, Igho yang berprofesi sebagai jurnalis ini merasa diuntungkan dengan adalah layanan digital berupa aplikasi Pegadaian, karena  dia tidak harus datang ke kantor pegadaian.

Baca Juga :  1Th Berdirinya Komunitas Partner GoFood, Jumlah Anggota di Surabaya Raya Tumbuh Pesat

“Dengan aplikasi semuanya dimudahkan, mulai dari transaksi bisa kapan saja dan dimana saja tanpa terikat jam operasional kantor. Saya juga bisa melacak setiap saat status transaksi dan memantau saldo secara real-time dan yang sudah saya lakukan  dengan aplikasi Pegadaian, bisa membeli dan menjual emas dengan mudah,” paparnya.

Performansi kinerja pegadaian terus meningkat seiring transformasi yang dilakukan. Saat ini pegadaian memiliki total asset 121,1 triliun, total kredit 101,5 triliun, 642 cabang dan 28 juta nasabah di seluruh Indonesia.

 Saat ini  pelanggan Pegadaian Pegadaian didominasi generasi millenials, sekitar 80 persen dari rentang usia sampai 45 tahun, sisanya masuk pelanggan generasi kolonial diatasnya dengan jumlah nasabah tabungan emas saat ini 456 ribu. Di Pegadaian, kalau emas, tahun lalu naik 26 persen. Sementara kenaikan harga tahun ini sudah 37 persen dari Januari hingga September 2025.

“Kenaikan dari harga akhir tahun Rp 1,5 juta sekarang Rp 2,1 juta  naik sekitar 37 persen. Itu baru kenaikan harga emas, belum kalau beli emas langsung di deposito ada tambahan 1 persen per tahun dengan installmentnya per bulan. Langsung nambah gramasinya,” jelas Beni seraya menambahkan, nantinya nasabah tabungan emas secara tidak langsung pasti menggunakan PDS untuk transaksinya.

‘Ngangsur lebih enak pakai dan jenis transaksi lainnya bisa dilakukan semuanya pakai PDS,” kata Beni Martina Maulana.

 Pegadaian optimistis karena tadi masyarakat itu sudah teredukasi bagaimana harga emas, tidak menjual, kalau butuh pembiayaan ada produk Pegadaian yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

“Yuk kalau punya sisa pendapatan beli mas, cici lemas dengan gramasi kecil. Kenaikan dari harga akhir tahun Rp 1,5 juta sekarang Rp 2,1 juta  naik sekitar 37 persen. Itu baru kenaikan harga emas, belum kalau beli emas langsung di deposito ada tambahan 1 persen per tahun dengan installmentnya per bulan. Langsung nambah gramasinya,” pungkas Beni. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.