Pasar Murah Pemprov Jatim di Jombang Tekan Harga Sembako, Gubernur Khofifah Dorong UKM Lokal Tumbuh

oleh -732 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di Balai Desa Balong Besuk Jombang, Senin (22/9/2025) sore, sebagai langkah strategis mengendalikan harga bahan pokok yang belakangan terus merangkak naik. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat pelaku usaha kecil menengah (UKM) lokal melalui promosi dan penjualan produk mereka.

Khofifah mengatakan pasar murah tersebut menyasar kebutuhan pokok rumah tangga, terutama beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam. Pemprov Jatim menjual beras SPHP di bawah harga eceran tertinggi (HET) pasar. “Supaya sembako ini kan konsumsi rumah tangga yang paling signifikan itu beras, maka beras SPHP ini HET-nya Rp12.000, kita menjual Rp11.000. Di mana saja standar harga pasar murahnya Pemprov untuk beras SPHP kita menjual Rp11.000,” ujarnya.

Selain beras, gula produksi ID Food dilepas Rp14.000 per kilogram, minyak goreng premium Rp13.000 per liter, telur ayam Rp22.000 per kilogram dari harga pasaran Rp27.000–Rp30.000, serta daging ayam Rp33.000 per kilogram yang dikemas setengah kiloan seharga Rp16.500. Menurut Khofifah, kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menahan laju inflasi di Jawa Timur.

Gubernur juga menekankan pentingnya melibatkan UKM lokal dalam setiap pelaksanaan pasar murah. Ia mencontohkan, dirinya membeli 200 unit mainan tradisional bambu otok-otok dari perajin setempat untuk kebutuhan Musda Dekopinwil Jatim. “Tadi saya ada pesan yang mainan muter-muter bunyi-bunyi itu, saya pesan 200, karena besok lusa ada Musda Dekopinwil Jawa Timur. Saya ingin saat pembukaan itu ditandai dengan mainan tradisional otok-otok dari bambu. Permintaan besar seperti ini jarang mereka dapatkan, tapi mereka sanggup memberikan suplai,” jelasnya.

Baca Juga :  Wagub Emil Serahkan SPT Plt Bupati Bangkalan ke Mohni

Khofifah menilai, pasar murah bukan sekadar tempat penjualan logistik inti berupa sembako, tetapi juga ruang temu antara pedagang dan pembeli. “Artinya pertemuan antara traders and buyers sebetulnya bisa dilakukan di pasar murah ini. Logistik core-nya sembako, tetapi produk UKM itu memang kita minta untuk bersama-sama,” tuturnya.

Ia berharap program pasar murah dapat menjaga daya beli masyarakat, menstabilkan harga bahan pokok, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Pasar murah bukan sekadar distribusi sembako, tetapi juga sarana penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan melibatkan UKM, kita ingin memberi ruang agar produk lokal dikenal dan diserap pasar,” tegas Khofifah.

Pasar murah di Jombang ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemprov Jatim yang rutin digelar di berbagai daerah menjelang akhir tahun, menyikapi kenaikan harga pangan serta menjaga stabilitas pasokan di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat. Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan kesempatan membeli bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.  (FRI)