Unitomo–Untag Angkat Batik Tanjungbumi dengan Teknologi dan Tren Mode

oleh -463 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tim dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya berkolaborasi dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendampingi dua sentra batik tulis di Tanjungbumi, Bangkalan, Madura, agar mampu bersaing melalui inovasi teknologi dan diversifikasi produk. Program ini berlangsung sejak 9 Juni hingga 19 September 2025 dengan dukungan pendanaan DPPM Kemendiktisaintek.

Ketua Tim Dr. Dra. Ully R. Tampubolon, MM menegaskan batik Tanjungbumi memiliki kekhasan yang jarang dimiliki daerah lain. “Proses pembuatannya membutuhkan waktu hingga 1–3 tahun karena menggunakan gentong tanah liat yang ditanam di dalam tanah. Hal ini yang membuat batik ini mempunyai nilai eksklusif karena batik tulis gentongan hanya diproduksi 20 persen dari total produksi kedua mitra sedangkan sisanya 80 persen berupa batik tulis dengan pewarnaan alam maupun sintetis. Namun, di tengah persaingan ketat dengan batik dari Yogyakarta dan Pekalongan, Zulpah Batik dan Naraya Batik menghadapi tantangan berat untuk tetap bersaing,” jelas dosen senior FEB Unitomo itu.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ully bersama tim menghadirkan teknologi baru. “Pada mitra pertama, Zulpah Batik, kami telah melatih penggunaan mesin jahit digital guna meningkatkan kualitas dan variasi model busana batik tulis fashion. Hasilnya, pengrajin mampu memproduksi lima model baju fashion yang diminati pasar dan menembus pesanan baru,” ujarnya.

Ully menambahkan, diversifikasi produk adalah kunci agar batik tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga relevan dengan tren mode kekinian. “Melalui program ini, kami berharap kualitas dan kreativitas pengrajin terus berkembang,” lanjutnya.

Sementara itu, mitra kedua, Naraya Batik, difokuskan pada peningkatan kualitas proses pelorotan malam. Tim memberikan satu unit bak pelorot tembaga yang mampu melarutkan malam hingga 99 persen tanpa merusak kain. “Melalui pelatihan, pendampingan, dan praktek pengurusan HAKI, kami berharap Naraya Batik semakin percaya diri dalam melindungi motif khasnya sekaligus meningkatkan nilai jual produk,” ungkap Prof. Dr. Syahrul Borman, SH, MH, anggota tim pelaksana.

Baca Juga :  Keterbatasan Media Pembelajaran, Ciptakan Training Kit PLC Otomatisasi Tangki

Selain produksi, strategi pemasaran juga diperkuat. Zulpah Batik mendapat pelatihan pembuatan konten kreatif di Instagram dan YouTube untuk menjangkau generasi muda.

Di akhir program, Ully menyampaikan apresiasi atas dukungan pendanaan dari pemerintah. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada DPPM Kemdiktisaintek yang telah mendanai program PM-UPUD tahun anggaran 2025 ini. Dukungan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan daya saing UMKM batik tulis di Madura,” pungkasnya.(tok)