PENS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Siap Perkuat Dampak Inovasi

oleh -457 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) resmi mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Auditorium Gedung Pascasarjana Terapan. Kehadiran mereka menambah jumlah guru besar PENS menjadi 16 orang sekaligus mempertegas tekad kampus untuk lebih berdampak bagi bangsa melalui inovasi dan riset unggulan.

Direktur PENS Arif Irwansyah menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan manfaat nyata. “PENS harus lebih berdampak melalui berbagai inovasi yang dihasilkan dari lumbung kampus, termasuk juga karya dan inovasi para guru besar baru ini,” ujarnya.

Tiga guru besar yang dikukuhkan adalah: Prof. Dr. I Gede Puja Astawa, S.T., M.T., Guru Besar Kepakaran Komunikasi Nirkabel Multi Antena. Prof. Riyanto Sigit, S.T., M.Kom., Ph.D., Guru Besar Kepakaran Pengolahan Citra Medis (Medical Image Processing). Prof. Tri Harsono, S.Si., M.Kom., Ph.D., Guru Besar Kepakaran Pemodelan dan Simulasi (Modeling and Simulation).

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. I Gede Puja Astawa menekankan bahwa pencapaian ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab lebih besar. “Ini artinya kami para guru besar ke depannya memiliki tanggung jawab tambahan, yakni membangun riset unggulan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan tentunya mendidik generasi penerus agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang teknologi global,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang begitu dinamis menuntut penelitian yang adaptif. “Saya berharap dapat memperkuat riset unggulan, melalui pengembangan penelitian di bidang komunikasi nirkabel multi antena, yang relevan untuk jaringan 5G, 6G, dan bahkan teknologi masa depan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Prof. Riyanto Sigit dan Prof. Tri Harsono juga menyampaikan pandangan mereka. Meski berasal dari program studi yang sama, keduanya menekuni bidang berbeda: Riyanto fokus pada teknologi kesehatan berbasis pengolahan citra medis, sementara Tri Harsono mengembangkan riset di bidang pemodelan dan simulasi.

Baca Juga :  1.150 Selantang Diwisuda, Tanda Lansia di Kota Surabaya Masih Hebat dan Berharga

Ketiganya menegaskan komitmen kolaboratif untuk memperluas jejaring penelitian. “Kami siap membangun dan memperluas kolaborasi, baik dengan kampus lain maupun pemerintah dan mitra industri, di dalam dan luar negeri di berbagai bidang, supaya menghasilkan inovasi yang lebih berdampak nyata,” tukas mereka.(tok)