KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Warga sekitar Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin malam, (15/9/25) dibuat kaget usai terjadinya kobaran api yang sangat besar disertai suara gemuruh dari lokasi proyek gas JTB.
Api yang menyala besar itu berasal dari pembakaran gas atau flaring dari lokasi pengeboran migas di Lapangan JTB. Flaring mulai terjadi pukul 18:00 WIB hingga kurang lebih pukul 20:30 WIB. Kobaran api yang sangat besar bahkan hingga terlihat dari luar desa dan kecamatan, seperti Kalitidu, Dander, Temayang dan sekitarnya.
“Iya, besar sekali apinya. Sempat mengagetkan warga. Alhamdulillah tidak ada dampak kepada masyarakat, hanya terjadi kepanikan sebentar,” ungkap Imam Muhklas warga sekitar.
Beberapa video dan foto amatir yang direkam oleh warga memperlihatkan api berkobar besar hingga langit berwarna kuning kemerahan. Selain itu, juga terjadi peningkatan suhu udara panas di sekitar desa setempat.

Kejadian serupa juga terjadi pada Januari 2024 lalu, dimana pembakaran gas dengan volume tinggi membuat masyarakat panik dan ketakutan. Beruntung, pembakaran gas tersebut sejauh ini belum sampai berdampak terhadap kesehatan warga sekitar.
Manager ComRel CID Pertamina EP Cepu (PEPC) Rahmat Drajat membenarkan terjadinya pembakaran gas atau flaring. Dia menyebut terjadi pembesaran suar api (flaring) di lapangan gas JTB saat restart fasilitas plant pasca-shutdown.
“Flaring ini bersifat sementara dan akan mengecil seiring stabilnya operasi plant. Situasi kini aman dan sepenuhnya terkendali. Tim di lapangan selalu mematuhi protokol keselamatan dan keamanan yang ketat untuk memastikan operasi berjalan lancar,” terang Rahmat kepada Kilasjatim. (had)
