KILASJATIM.COM, Surabaya – Pameran IndoBuildTech Expo Surabaya 2025 akan kembali hadir pada 17–21 September 2025 di Grand City Surabaya. Ajang ini menghadirkan berbagai brand kebutuhan konstruksi bangunan dan infrastruktur, sekaligus menjadi forum penting bagi pelaku industri untuk memperkuat jejaring bisnis.
General Manager PT Debindo Global Expo, Alfin Irsal, mengatakan IndoBuildTech Surabaya tahun ini akan lebih meriah dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah peserta dan kehadiran berbagai brand teknologi terkemuka.
“Perbedaan pameran tahun ini adalah jumlah kepesertaan meningkat, brand teknologinya juga lebih beragam. Selama lima hari, peserta bisa menjalin koneksi bisnis dalam forum yang kami siapkan, sekaligus mengakses brand-brand besar dari dalam maupun luar negeri di satu tempat,” ujar Alfin dalam jumpa pers di Surabaya, Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan, pameran ini diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor konstruksi dan desain dengan menyediakan peralatan terbaik bagi kebutuhan proyek sekaligus memperbarui tren industri.
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur, AR Fafan Tri Afandy, menilai pameran ini menjadi kesempatan penting bagi arsitek untuk memperoleh akses langsung terhadap material inovatif dan teknologi terkini.
“Pameran ini juga bisa menjadi solusi desain yang mendukung lahirnya karya arsitektur berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jawa Timur, Andi Baso Mappaturi, menambahkan IndoBuildTech Expo tidak hanya memamerkan produk konstruksi, tetapi juga tren desain interior yang relevan dengan perkembangan industri kreatif dan gaya hidup modern masyarakat urban.
“Bagi HDII Jatim, IndoBuildTech Surabaya adalah sarana inspirasi sekaligus ajang networking bagi para desainer interior,” katanya.
Dengan sinergi antara sektor konstruksi, arsitektur, dan desain interior, IndoBuildTech Surabaya 2025 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(pur)
