Warga Diminta Berani Lapor, Eri Pastikan Pecat Oknum Pungli di Surabaya

oleh -782 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengeluarkan ultimatum tegas kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasca terungkapnya praktik pungutan liar (pungli) di Kelurahan Kebraon, Eri menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi siapa pun yang terbukti terlibat.

Dalam rapat bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang Sawunggaling, Balai Kota Surabaya, Selasa (9/9/2025), Eri meminta setiap kepala dinas, camat, hingga lurah menandatangani surat pernyataan siap dipecat apabila praktik pungli terjadi di lingkungannya.
“Kalau terjadi lagi pungli, tidak ada pengampunan. Langsung pecat. Semua kepala OPD sudah saya minta membuat surat pernyataan,” tegas Eri.

Para pejabat OPD Pemkot Surabaya menuliskan surat pernyataan siap dipecat jika ditemukan pungli di lingkungan OPD yang dipimpinnya. (Foto: Humas Pemkot Surabaya/BS)

Tak berhenti di level pejabat, surat pernyataan itu juga wajib diteruskan ke seluruh staf. Menurut Eri, langkah ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan hukum. Ia menekankan bahwa pimpinan OPD tidak bisa lepas tangan jika anak buahnya terbukti melakukan pungli.
“Kalau kepala OPD tidak pernah melakukan sosialisasi, motivasi, atau pertemuan dengan stafnya, lalu terbukti ada pungli, maka kepala OPD-nya saya copot,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya akan mengirimkan surat edaran resmi ke seluruh rumah warga. Surat tersebut menegaskan bahwa seluruh layanan publik, termasuk perizinan, gratis dan tidak boleh dipungut biaya sepeser pun.
“Saya minta surat edaran itu sampai di setiap rumah pada Kamis ini. Semua warga harus tahu bahwa layanan di Pemkot Surabaya gratis,” jelas Eri.

Eri juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja pemerintah. Ia meminta warga berani melapor jika menemukan pungli, lengkap dengan bukti agar sanksi tegas bisa diberikan kepada oknum yang bersangkutan.
“Kalau ada pungli, itu ulah oknum. Tolong sampaikan, warga Surabaya tidak boleh takut,” tandasnya.

Baca Juga :  Pedagang Daging dan Jagal Sapi Protes Relokasi RPH Pegirian ke Oso Wilangun

Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari komitmen Pemkot Surabaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan. Dengan keterlibatan aktif warga, Eri berharap layanan publik di Surabaya benar-benar terbebas dari praktik pungli yang merugikan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.