Unitomo Dorong Batik dan Songkok Batik Rek Kerrek Lewat Inovasi Teknologi

oleh -345 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kembali mendapat angin segar. Tahun 2025, Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) kembali meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mengembangkan industri batik dan songkok batik melalui inovasi teknologi.

Dalam program ini, tim menyerahkan mesin pengering batik berbasis infrared (Infrared Dryroom) kepada pengrajin songkok batik yang bernaung di BUMDes Sejahtera, serta inovasi canting cap kepada pengrajin UD. Batik Nong Tangis. Keduanya dinilai menjadi solusi atas masalah klasik yang dihadapi pengrajin, mulai dari hambatan cuaca hingga lamanya waktu pengerjaan batik tulis.

Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Nur Sayidah, SE., MSi., Ak, menegaskan program ini bukan sekadar meningkatkan produksi, tapi juga membangun daya saing desa. Kami ingin memastikan inovasi yang dihadirkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas pasar hingga tingkat internasional serta mencetak generasi baru pengrajin batik Madura,” ujarnya.

Ucapan terima kasih datang dari para mitra. Ketua pengrajin songkok batik BUMDes Sejahtera, Imam Safi’i, menilai inovasi mesin pengering infrared sangat membantu. Ketika cuaca mendung dan hujan, kami tetap bisa mengeringkan songkok batik sehingga produksi terus berjalan, katanya.

Sementara itu, Ketua kelompok pengrajin batik UD. Batik Nong Tangis, Rida’E, juga merasakan manfaat inovasi canting cap.
Inovasi ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mempercepat waktu pembuatan batik,” ungkapnya.

Dengan dukungan PDB 2025, Desa Rek Kerrek diharapkan siap menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis industri lokal Madura, dengan BUMDes Sejahtera sebagai motor penggeraknya.(tok)

Baca Juga :  Resmikan PT KTN, Ubaya Perkuat Kolaborasi dengan Industri