#KaburAjaDulu: 30 Mahasiswa UMSurabaya Inovasi Kesehatan Lansia di Singapura

oleh -351 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Di tengah hiruk pikuk isu sosial dan politik, 30 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) memilih jalan berbeda. Mereka berkesempatan mengikuti program Learning Express dan TF Scale di Singapura untuk menghasilkan inovasi kesehatan bagi lansia. Kegiatan yang didanai penuh oleh Temasek Foundation Internasional ini berlangsung pada 7-20 September 2025, hasil kolaborasi dengan Singapore Polytechnic.

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UMSurabaya, Radius Setiyawan, mengatakan bahwa program ini mengusung kampanye unik, yaitu #KaburAjaDulu. Namun, kampanye ini bukan bermaksud untuk lari dari masalah, melainkan untuk memperluas wawasan dan berkontribusi nyata.

​“Gerakan mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui demonstrasi atau kritik, tetapi juga lewat upaya belajar, berjejaring, dan memberi kontribusi nyata,” ujar Radius. Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi agent of change dan agent of control sambil mengasah spirit belajar dalam lingkup global.

​Radius juga menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari langkah penting UMSurabaya untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman internasional. “UMSurabaya sebelumnya juga telah memberangkatkan mahasiswa KKN ke Korea Selatan dan Taiwan. Tahun depan kami berharap agenda ini terus berlanjut. Internasionalisasi bukan hanya berhenti pada MoU, tetapi aplikasi nyata yang berdampak,” ungkapnya.

​Program ini bersifat timbal balik. Pada akhir September, mahasiswa dari Singapura akan datang ke Surabaya untuk melakukan pengabdian masyarakat di kawasan Keputih. “Jadi mahasiswa bukan hanya belajar di luar negeri, tetapi juga bisa menularkan praktik baik di lingkungan sekitar kita,” imbuh Radius.

Kepala Lembaga Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM) UMSurabaya, Arin Setyowati, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan menggunakan pendekatan design thinking untuk menganalisis masalah sosial, khususnya di bidang kesehatan lansia.

Baca Juga :  Buka Bimtek Kepala PAUD, Bupati Mojokerto Minta Tingkatkan Kompetensi Spesifik

​“Tema tahun ini adalah ‘Healthcare for the Elderly’. Mahasiswa UMSurabaya bersama mahasiswa Singapore Polytechnic akan berkolaborasi menciptakan solusi inovatif bagi kebutuhan lansia, baik di bidang kesehatan fisik maupun mental,” kata Arin.

​Ia juga menambahkan bahwa kondisi lansia di Singapura yang masih mendapat perhatian penuh dalam berbagai aspek kehidupan, seperti kesempatan bekerja dan akses fasilitas publik, menjadi inspirasi berharga bagi para mahasiswa.

​Dalam program ini, UMSurabaya membawa beberapa teknologi yang relevan untuk kesehatan lansia, di antaranya: Sejiwa: Alat pendeteksi tingkat stres pada lansia dengan memantau kelenjar keringat dan detak jantung. EmoSafe: Platform kesehatan mental yang membantu individu mengelola emosi dan melatih pernapasan. “Harapannya teknologi ini dapat dikolaborasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lansia di Singapura,” pungkas Arin.

​Salah satu peserta, Rahma Nur Aini, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang. “Kami ingin mengenalkan kampus ke kancah internasional sekaligus membangun relasi. Harapannya, pengalaman ini bisa membuka peluang beasiswa, ide penelitian, hingga topik skripsi,” pungkas Rahma.(tok)