Imbas Demo Rusuh di Jatim, Kadin: Omzet Mal Anjlok, Investasi Tertahan

oleh -936 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kerusuhan yang terjadi di Jawa Timur pada 29–30 Agustus 2025 meninggalkan dampak serius bagi perekonomian daerah. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Adik Dwi Putranto, menyebut omzet pusat perbelanjaan hingga kafe anjlok hingga 80 persen, bahkan ada yang berhenti total di titik-titik rawan.

Meski kondisi berangsur pulih, Adik menilai efek psikologis masih terasa. “Banyak orang masih menunda bepergian ke pusat kota. Omzet toko jelas menurun,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).

Sektor ritel menjadi yang paling terdampak. Mal, gerai, hingga kafe sempat beroperasi terbatas akibat kekhawatiran keamanan. Di kawasan sekitar Gedung Negara Grahadi Surabaya, omzet turun hingga 100 persen karena aktivitas terhenti.

Sektor pariwisata juga tidak luput. Beberapa hotel di Malang mencatat penurunan okupansi hingga 10 persen, diperparah dengan travel warning dari Amerika Serikat dan Australia yang mengganggu persepsi pasar wisata.

Gangguan turut dirasakan di sektor transportasi dan logistik. Penutupan jalan dan pengalihan arus membuat distribusi barang terlambat, menambah biaya meski barang tidak mengalami kerusakan.

Pemerintah memperkirakan kerugian infrastruktur akibat kerusuhan mencapai Rp900 miliar, dengan kerusakan terbesar di Surabaya dan Kediri. Kebakaran Gedung Negara Grahadi dan perusakan kantor DPRD Kediri sendiri ditaksir menelan biaya Rp500 miliar.

Adik menekankan dampak paling serius justru pada kepercayaan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap investasi jelas terdampak. Investor masih menunggu kepastian stabilitas politik dan keamanan,” katanya.

Baca Juga :  Harga Emas Kembali Terjun, Logam Mulia Antam Dibanderol Rp 1,86 Juta per Gram

No More Posts Available.

No more pages to load.