Kolaborasi Dosen PENS dan Perancis, Kembangkan Aplikasi AR dan Robotik Permudah Anak-anak Belajar Fisika

oleh -339 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tujuh dosen dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang tergabung dalam Grup Riset Human Centric Multimedia berhasil mengembangkan aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan lengan robot Dobot Magician Lite. Aplikasi ini dirancang untuk membantu anak-anak memahami konsep Fisika, khususnya ruang, gerak, dan hubungan sebab-akibat, dengan cara yang lebih menyenangkan.

“Tidak semua anak suka dengan pelajaran Fisika. Padahal dalam fisika banyak sekali konsep fundamental yang menjadi pilar utama ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini menjadi tantangan, bagaimana memahamkan fisika kepada anak-anak, tentunya dengan cara yang menyenangkan,” jelas Dr. Ing. Hestiasari Rante, ST., M.Sc., salah satu peneliti PENS.

Menurut Hesti, aplikasi ini memungkinkan pengguna menggerakkan lengan robot untuk melakukan pick and place atau memindahkan benda dari satu titik ke titik lain. “Aktivitas robot ini mengikuti instruksi pengguna. Hal ini berkaitan erat dengan perkembangan pedagogi, kognitif, maupun sosial-budaya dari anak sebagai pengguna,” terangnya.

Kolaborasi riset ini dijalankan bersama L’université Clermont Auvergne (INP-UCA) Perancis sejak 2023. Setelah mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi (DAPTV) Kemendikbudristek dan Mobility Researcher dari INP-UCA pada 2024, penelitian ini semakin berkembang di 2025 dengan fully funding dari Pemerintah Perancis melalui skema Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN). “Di tahun 2025 kami mendapatkan pendanaan penuh dari Pemerintah Perancis, dengan tema riset Reproducibility Testing for Children in France for the Augmented Reality Robotic Application,” ungkap Hesti.

Pengujian aplikasi telah melibatkan siswa di Indonesia dan Perancis. Di Surabaya, uji coba dilakukan bersama siswa SD Al Falah dan beberapa siswa SMP, sementara di Perancis diuji di sekolah dasar Ecole primaire de la fond de l’arbre di Orcines. “Ada banyak peneliti Perancis yang terlibat, di antaranya Prof. David Hill dan Prof. Youcef Mezouar dari INP-UCA,” tambah Hesti.

Baca Juga :  Mahasiswa VCD UC Ubah Musik Jadi Karya Visual Emosional

Ke depan, Hesti dan tim masih berupaya menyempurnakan aplikasi ini dengan menambahkan fitur lanjutan, seperti pengukuran gaya dan perpindahan benda. “Kami ingin aplikasi ini semakin komprehensif, sehingga anak-anak bisa belajar Fisika dengan lebih interaktif dan aplikatif,” pungkas Hesti.(tok)