Grahadi Rusak Terbakar, Ini Rencana Gubernur Khofifah Untuk Renovasi

oleh -935 Dilihat

KILASJATIM.COM, SurabayaGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rencana renovasi Gedung Negara Grahadi pasca kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan bersejarah tersebut.

Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat dengan melibatkan delapan pemangku kepentingan, termasuk sejarawan dan pakar pelestarian budaya. “Rapat dengan menyertakan delapan stakeholders, jadi sejarawan, kemudian pakar jaga budaya, itu kita libatkan untuk bisa memberikan pendapat bagaimana proses renovasi bisa sesegera mungkin kita lakukan,” ujarnya.

Gubernur menegaskan renovasi Grahadi mendesak dilakukan, mengingat kerusakan pada bagian bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi. “Sedih kalau kita lihat kayu jatinya itu, kayu jati zaman Belanda. Kita mungkin bisa mendapatkan kayu jati sebesar itu, tapi kualitasnya tidak mudah didapat karena ini kayu jati yang sudah ratusan tahun. Hampir semuanya hangus,” kata Khofifah.

Ia mengaku yakin kerusakan yang terjadi bukan dilakukan oleh warga Jawa Timur. “Saya tidak meyakini yang tega merusak itu orang Jawa Timur. Saya meyakini orang Jawa Timur baik. Kalau mereka menyampaikan pendapat, ya orasi. Mereka mengkritik, ya mengkritik. Tapi saya rasa mereka tidak akan tega merusak cagar budaya,” tegasnya.

Terkait anggaran renovasi, Khofifah menyebutkan pembahasan masih berlangsung. “Belum, jadi ini tadi hasil rapat sampai kepada detail plan kita belum tahu. Informasi saya, kemungkinan dari PU Pusat, Kementerian PU, Pak Dodi, menyampaikan kemungkinan akan ada support budget. Tapi kita kan bukan semata-mata anggaran itu. Ini cagar budaya,” jelasnya.

Khofifah juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan aspirasi secara damai. “Silakan semua menyampaikan pendapat, silakan semua orasi, silakan mengkritik. Setiap Kamis juga ada di depan Grahadi, semua boleh bersuara, berpendapat, jangan merusak. Sampaikan semua pendapat, pemikiran, kritik dengan damai,” katanya.

Baca Juga :  Resmikan Gedung Baru BKD Jatim, Ini Harapan Gubernur Khofifah

Ia menambahkan, kerusakan yang terjadi bukan hanya soal nilai materi, melainkan juga nilai sejarah yang sulit digantikan. “Nilai kerugian, bagaimana cara menghitung nilai sejarah? Itu heritage,” ucapnya.

Khofifah juga menegaskan bahwa Gedung Negara Grahadi adalah simbol pemerintahan yang terbuka untuk publik. “Itu bukan kantornya Pak Wagub, itu ruang menerima tamu. Jadi Pak Wagub sebenarnya kantornya di Jalan Pahlawan. Biasa beliau menerima tamu di situ,” pungkasnya. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.