KILASJATIM.COM, Banyuwangi– Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang digelar di seluruh Indonesia pada Sabtu (30/8/2025). Dalam kegiatan ini, Banyuwangi menyalurkan 49,05 ton beras, 2.115 liter minyak goreng, dan 1.440 kilogram gula pasir.
Kegiatan GPM, yang dibuka secara virtual oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mencapai swasembada pangan. GPM serentak ini dilaksanakan di 7.285 kecamatan di 38 provinsi.
Menurut Plh Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, GPM serentak ini dilaksanakan di 25 kecamatan di Banyuwangi. Hal ini sejalan dengan posisi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Sejak Januari hingga Juli 2025, produksi beras Banyuwangi mencapai 310.138 ton, sementara konsumsi masyarakat sekitar 96.099 ton. Jadi, surplusnya masih 214.039 ton,” ujar Guntur.
Guntur menambahkan, Pemkab Banyuwangi bersama Bulog serta TNI-Polri juga rutin menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga. Hingga 29 Agustus, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sudah mencapai 538,58 ton dari target 12.500 ton untuk periode Juli-September 2025.
Bahan pokok tersebut dijual dengan harga terjangkau. Beras SPHP dijual Rp57.500 per lima kilogram, minyak goreng Rp15.500 per kilogram, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram. (DEN)
