Publikasi PKKMB Untag 2025, Dari Liputan Harian Hingga Arsip Digital

oleh -286 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Publikasi bukan sekadar memotret atau mengunggah foto. Bagi Sie Publikasi dan Dokumentasi (Pubdok) PKKMB 2025 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, publikasi adalah upaya merangkai cerita, membangun interaksi, sekaligus meninggalkan jejak digital yang kelak menjadi bagian dari sejarah kampus.

Koordinator Sie Pubdok, Rahmania Zilfi, S.Sos., M.Med.Kom., menjelaskan pihaknya memimpin tim beranggotakan lima orang dengan tugas berbeda. “Kami bertanggung jawab memublikasikan seluruh rangkaian PKKMB, mulai dari pra-acara hingga puncak Campus Expo. Semua dokumentasi digital akan tersimpan dan dapat diakses menjadi sejarah publik,” ujarnya.

Adapun susunan tim Pubdok adalah Vania Shafa Meidina sebagai reporter, Olivia Yuniara Parinussa sebagai kreator konten, A.A.G. Agung Aditya Satwikayadnya sebagai fotografer, M. Abdulloh sebagai desainer grafis, dan Fahmi Abdillah sebagai videografer.

Sejak Maret 2025, setelah tema besar PKKMB 2025 “Merah Putih Mengakar, Patriotisme Berkobar” ditetapkan, tim sudah menyiapkan strategi publikasi. “Kami ingin publikasi tidak berhenti pada momentum acara, tetapi menjadi dokumentasi berkelanjutan yang merekam perjalanan mahasiswa baru sejak orientasi hingga akhir,” tambah Rahmania.

PKKMB Untag Surabaya 2025 dijadwalkan akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 6 September 2025, ditutup dengan Campus Expo pada 4 Oktober 2025. Acara puncak akan menghadirkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta penampilan spesial grup musik Juicy Luicy. Selama rangkaian, tim Pubdok menyiapkan liputan harian, dokumentasi visual, hingga video rekap yang akan diunggah melalui akun resmi Instagram @pkkmbuntagsby25 dan kanal Kampus Merah Putih @kitauntagsby.

Rahmania menegaskan, ketepatan informasi menjadi tantangan utama. “Kami harus memastikan konten tetap relevan dan selaras dengan pesan utama acara,” jelasnya. Selain akurasi, kreativitas juga ditekankan. “Dokumentasi yang kami hasilkan bukan sekadar catatan kegiatan, tetapi juga arsip digital jangka panjang yang dapat menjadi referensi bagi penyelenggaraan PKKMB di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Rahmania. Konsistensi publikasi melalui media sosial diharapkan mampu memperkuat identitas kampus sekaligus meninggalkan kesan positif bagi mahasiswa baru.(tok)