KILASJATIM.COM, Bojonegoro – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bojonegoro, Jawa Timur, mendorong para ibu rumah tangga di Kota Ledre memulai bisnis rumahan kecil-kecilan agar berdaya dan sejahtera.
Dorongan itu bukan tanpa alasan, sebab PNM sebagai lembaga penjamin keuangan mempunyai program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang siap memberikan permodalan usaha mikro dan menengah.
“Jadi kami memberikan pinjaman modal kepada para ibu-ibu prasejahtera pelaku usaha mikro. Program ini bertujuan memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Rony Dwi Arianto Kepala Pimpinan Cabang PNM Bojonegoro saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Anak Nasional di Dusun Bringan, Kecamatan Gayam Selasa, (26/8/25).
Lebih lanjut, Rony menjelaskan tentang program PNM Cabang Bojonegoro yang sudah berjalan sejak belasan tahun lalu . Tercatat dari 25 Kecamatan dan 419 Desa di Bojonegoro nasabah PNM mencapai 95.000 orang.
“Kami bukan koperasi seperti bank keliling. Kami adalah Lembaga di bawah naungan Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara. Bahkan kami satu group dengan Bank BRI dan PT Pegadaian, kami bukan koperasi yang tidak ada ijinnya,” ungkapnya.
Pria asal Jember itu mengapresiasi kepada para nasabah yang telah bekerjasama dengan PNM dalam mendukung usahanya. Dia menyebut, banyak yang telah sukses atas bantuan permodalan dari program Mekaar. Salah satunya adalah Zubaidah asal Kecamatan Kepohbaru.
“Saya ikut program Mekaar untuk modal usaha kecil-kecilan. Jual aneka gorengan dan alhamdulillah berkembang, hingga kami mendapatkan kesempatan hadiah umrah gratis dari PNM,” ujar Zubaidah ditemui di lokasi acara.
Diberitakan sebelumnya, Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar berbagai kegiatan untuk anak-anak, hingga pemeriksaan kesehatan bagi para lansia.
Kegiatan sosial ini dilaksanakan di Dusun Bringan, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, tepatnya di Gedung Ruang Pintar PNM. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama anak-anak kecil dari desa setempat yang mengikuti berbagai perlombaan.
