RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Kembangkan Layanan Pasien dengan Dana Cukai Rp3 Miliar

oleh -1114 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesnadi Bondowoso mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan fasilitas dan layanan umum bagi pasien.

Direktur RSUD dr. Koesnadi, dr. Yus Priyatna, menjelaskan bahwa pengelolaan dana ini dilakukan secara transparan dan terarah. “Anggaran DBHCHT sebesar Rp3 miliar ini kami arahkan untuk peralatan umum,” ujarnya pada Senin (25/8/2025).

Menurut dr. Yus, dana tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas yang paling mendesak, seperti penggantian tempat tidur pasien yang sudah tidak layak, penyediaan trolley pelayanan medis, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih ergonomis bagi para tenaga kesehatan.

“DBHCHT adalah amanah yang harus kami kelola dengan baik. Kami pastikan penggunaannya sesuai regulasi dan memberikan dampak langsung pada pelayanan rumah sakit,” tambahnya.

RSUD dr. Koesnadi sendiri menargetkan diri untuk menjadi rumah sakit rujukan utama di kawasan tapal kuda. Peningkatan kualitas layanan ini tidak hanya mengandalkan anggaran, tetapi juga melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), perbaikan tata kelola internal, dan sinergi lintas sektor.

Dalam kesempatan ini, dr. Yus juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan cukai. Besaran DBHCHT yang diterima daerah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal. “Kami mendorong kesadaran bersama untuk menggunakan produk legal. Karena manfaatnya akan kembali ke masyarakat, salah satunya dalam bentuk peningkatan layanan kesehatan seperti yang kami lakukan ini,” pungkasnya.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.