KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menetapkan dua kelurahan masuk kategori rawan narkoba berdasarkan hasil survei Indeks Kerawanan Narkoba (IKRN) 2024 yang dirilis awal 2025.
Kepala BNN Kota Surabaya, Kombes Pol Heru Prasetyo, menyebut kedua wilayah tersebut adalah Kelurahan Balongsari (Kecamatan Tandes) dan Kelurahan Benowo. Meski masih berstatus rawan, ia menegaskan Surabaya tidak memiliki kawasan dengan tingkat kerawanan tertinggi atau kategori bahaya.
“Selain dua kelurahan itu, mayoritas wilayah Surabaya berada dalam status siaga dan aman,” ujar Heru usai dialog bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Surabaya serta Plato Foundation, Selasa (26/8/2025).
Heru menambahkan, data tersebut juga diperkuat intelijen kepolisian yang mengindikasikan kerawanan di beberapa kelurahan lain, seperti Sawahan dan Sidotopo.
Menurut Heru, tantangan utama pemberantasan narkoba bukan hanya soal pengawasan, tetapi rendahnya keterlibatan masyarakat.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar lingkungan benar-benar bersih,” katanya.
Kepala Bidang PUG-PHA DP3A Surabaya, Relita Wulandari, menekankan pentingnya pencegahan sejak tingkat komunitas. Program Kampung Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA) disebutnya efektif membangun lingkungan sehat sekaligus menekan faktor risiko sosial.
“Melalui KAS-RPA, kampung bisa menjadi ruang baca, kampung kreatif, hingga kampung sehat bebas narkoba. Tahun ini kami menargetkan 300 sekolah untuk mendapat sosialisasi bersama BNN dan psikolog,” jelas Relita.
Sementara Direktur Plato Foundation, Gita Amalia, menyoroti faktor psikologis yang membuat anak rentan menyalahgunakan narkoba. Ia menilai kurangnya perhatian emosional dari orang tua menjadi salah satu pemicu.
“Ketika anak tidak mendapatkan bahasa kasih (love language), mereka mencari pelarian lewat narkoba atau alkohol. Regulasi diri yang lemah dan komunikasi keluarga yang tidak terbuka membuat mereka makin rentan,” ungkap Gita.




