PG Pacu Dekarbonisasi Lewat Teknologi CCU, Dukung Substitusi Impor

oleh -742 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya: Petrokimia Gresik (PG) menegaskan komitmennya dalam upaya dekarbonisasi melalui pilot project teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Proyek ini dinilai membawa harapan baru bagi industri berkelanjutan karena tak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga menghasilkan bahan baku strategis bagi industri nasional.

Direktur Utama G, Daconi Khotob, dalam forum Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta menyebut fasilitas CCU sudah berjalan satu bulan terakhir. Teknologi ini mampu mengubah emisi karbon menjadi soda ash dan baking soda—komoditas penting untuk industri kaca dan deterjen yang selama ini 100% diimpor.

“Target kami adalah meningkatkan kapasitas hingga 50 ribu ton soda ash atau menyerap 20 ribu ton CO₂ per tahun. Jika berhasil, potensi pengembangannya sangat besar,” ujar Daconi, Seperti dalam rilis, Minggu, 24/8/2025.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang, menekankan bahwa CCU merupakan solusi strategis dalam mengejar target Net Zero Emission (NZE). “Teknologi ini mendukung pengurangan emisi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi,” katanya.

Hingga 2025, PG sudah menekan emisi karbon sekitar 400 ribu ton CO₂ ekuivalen melalui sejumlah program, meski masih ada 1,6 juta ton yang perlu ditangani. CCU diharapkan menjadi langkah inovatif untuk menjawab tantangan tersebut.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, menegaskan bahwa pilot project ini membuktikan emisi karbon bisa diolah menjadi bahan baku bernilai ekonomi sekaligus mendukung substitusi impor. “Kita bisa memanfaatkan apa yang selama ini dianggap limbah menjadi produk strategis,” ujarnya.

Proyek CCU ini digarap bersama Uwin Resource Regeneration Inc. asal Taiwan yang menyediakan teknologi, sementara Petrokimia Gresik menyediakan lahan dan utilitas pendukung. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat target NZE 2050, bahkan lebih cepat 10 tahun dari komitmen nasional semula.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.