KILASJATIM.COM, Surabaya – Keluarga besar Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menjejakkan langkah ke Nusa Tenggara Barat dalam sebuah perjalanan bertema “Jejak Cinta dan Cita untuk Ibu Pertiwi”. Trip yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi catatan istimewa karena merupakan perjalanan terjauh YPTA Surabaya, sekaligus sarana mempererat solidaritas dan meneguhkan komitmen kebangsaan.
Rombongan terdiri dari tiga direktorat YPTA Surabaya, Direktorat Sistem Informasi (DSI), Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM), dan Direktorat Keuangan, serta Rektor Untag Surabaya, kepala sekolah SMPTAG dan SMATAG Surabaya. Beberapa mitra kerja turut mendampingi, antara lain Jatayu, Bank Jatim, BNI, PT Kiss, Mega Berlian, dan Reborn Outbound Organizer.
Rombongan langsung menuju The Jayakarta Resort. Perjalanan dimulai dari Desa Sukarara, pusat tenun tradisional Lombok, dilanjutkan ke Desa Sade, kampung adat suku Sasak. Di sini, peserta disambut alunan Gendang Beleq dan pertunjukan Peresehan, sebelum menyusuri rumah adat beratap ilalang. Agenda hari pertama berlanjut dengan kunjungan ke Sirkuit Mandalika dan santap siang di Bungalow And Restaurant Anda Kuta Lombok.
Sabtu (23/8/2025), rombongan menyeberang dengan speed boat menuju Gili Trawangan. Aktivitas snorkeling, bersepeda keliling pulau, hingga naik cidomo menjadi pilihan peserta. Setelah santap siang di Sama-Sama Resto, kegiatan berlanjut dengan Gala Dinner di The Jayakarta Resort yang dihadiri tamu dari Universitas Mandalika.
Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menegaskan makna kebersamaan yang lahir dari perjalanan ini. “Pengurus YPTA berharap agar kita lebih merapatkan barisan, membangun solidaritas dalam kebersamaan untuk mengabdi dan berbakti kepada Ibu Pertiwi melalui Untag Surabaya. Kebersamaan itu bisa kita capai apabila semua mau bersatu padu, bergotong royong, jujur, bekerja keras, dan yakin bahwa kita sedang beramal ibadah. Untag Surabaya memegang teguh ideologi nasionalis. Semua dosen dan tendik di Untag harus tersenyum, layaknya burung garuda yang tegap dan berwibawa,” ujarnya.
Ia juga memaparkan filosofi Garuda sebagai lambang negara yang erat dengan identitas Kampus Merah Putih Untag Surabaya. Subekti mengulas simbol angka 17-8-1945 pada bulu sayap, leher, dan ekor Garuda, sembari mengajak seluruh peserta menghayati pentingnya menyanyikan Indonesia Raya tiga stanza demi menumbuhkan nasionalisme.
Sementara itu, Pembina YPTA Surabaya, Djarot Saiful Hidayat, menekankan arti penting cinta dan cita dalam kebersamaan. “Gala Dinner ini diadakan karena kita adalah satu keluarga besar. Yang pertama harus dimiliki adalah cinta, saling menjaga, memiliki, bekerja keras, dan bergotong royong. Dengan cinta, kita menyatukan cita, yaitu harapan dan tujuan bersama untuk mengembangkan pendidikan berlandaskan ideologi nasionalisme, tanpa intoleransi maupun rasisme,” tutur Plt. Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 itu.
Djarot menambahkan, “Garuda Pancasila mengajarkan nilai-nilai luhur. Meskipun berbeda pendapat, kita tetap satu, menjaga nama baik Untag Surabaya dan YPTA dengan integritas, kejujuran, dan inovasi. Jangan pernah berada di zona nyaman, teruslah berproses untuk sukses.” Malam itu semakin semarak dengan perayaan ulang tahun anggota keluarga YPTA yang lahir di bulan Agustus, lomba Best Kostum, mini games, dan penyampaian kesan tiap direktorat.
Perwakilan Direktorat Sistem Informasi, Gabrielle Noventrya Rattu, S.I.Kom., M.I.Kom, turut berbagi pengalaman pribadinya. “Ini merupakan trip terjauh saya selama di YPTA Surabaya. Terima kasih kepada panitia dan keluarga besar YPTA Surabaya. Perjalanan ini mengajarkan kita untuk tetap solid dan kompak, mulai dari antre menyeberang laut hingga menikmati kebersamaan di setiap momen,” ungkap Gabrielle.
Minggu (24/8/2025), rombongan menikmati santap siang khas Ayam Taliwang di Rumah Makan Irama 3 sebelum singgah ke pusat oleh-oleh Sasaku Lombok. Perjalanan ini bukan hanya wisata, melainkan jembatan yang mempererat persaudaraan, menanamkan semangat nasionalisme, dan meneguhkan tekad membangun pendidikan berkarakter. Di setiap langkah, tawa, dan kebersamaan, tersimpan jejak cinta dan cita yang dipersembahkan untuk Ibu Pertiwi.(tok)
