KILASJATIM.COM, Surabaya – Cinta Laura Kiehl menyoroti fenomena brain drain atau kecenderungan anak muda Indonesia memilih berkarier di luar negeri. Menurutnya, generasi muda seharusnya tetap berkontribusi bagi kemajuan bangsa, bukan hanya mengejar kenyamanan di negeri orang.
Hal itu ia sampaikan dalam talkshow inspiratif rangkaian Orientasi Week (O-Week) di Ciputra Hall Surabaya, Senin (25/8/2025). “Walaupun sistem jauh dari sempurna, banyak orang Indonesia ingin melihat negara ini maju. Kalau tingkat kemanusiaan anak muda diperkuat, mereka tidak akan mudah meninggalkan negeri ini,” terang Cinta.
Cinta juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati saat memulai bisnis. Ia menilai banyak anak muda terlalu gengsi untuk memulai dari bawah. “Banyak yang merasa suatu pekerjaan terlalu rendah karena kualifikasi mereka sudah melebihi itu. Menurut aku, mindset seperti ini sangat berbahaya. Kesuksesan tidak bisa dicapai secara instan,” tegasnya.
Selain itu, Cinta menekankan perlunya membedakan antara pertemanan dan dunia profesional. “Friendship and work are two different things. Walaupun teman, aku tetap membuat paperwork, karena hukum tidak boleh diabaikan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Ciputra, Dr. Trianggoro Wiradinata, mengingatkan mahasiswa agar menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab. “AI adalah tools. Kalau bisa dimanfaatkan dengan benar, ini akan mempercepat pekerjaan, memvalidasi ide bisnis, bahkan membantu riset pasar,” jelasnya.
O-Week Universitas Ciputra sendiri berlangsung pada 25–29 Agustus 2025 dengan beragam agenda, mulai dari talkshow, pengenalan dunia kampus, hingga pembekalan mahasiswa baru untuk menghadapi tantangan dunia usaha.(tok)
