KILASJATIM.COM, Surabaya – Prof. Dr. Sukadiono, dr., M.M., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fisiologi Olahraga Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya). Dalam orasi ilmiahnya, ia memaparkan strategi penggunaan sodium bicarbonate sebagai metode ilmiah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan performa atlet di berbagai cabang olahraga.
Menurut Sukadiono, saat tubuh berolahraga dengan intensitas tinggi, metabolisme anaerob menghasilkan ion hidrogen (H⁺) berlebih yang menurunkan pH tubuh dan memicu asidosis, kondisi yang membuat otot terasa berat, nyeri, dan menurunkan performa. “Dengan suplementasi sodium bicarbonate, cadangan bikarbonat dalam darah meningkat sehingga ion H⁺ dapat segera dinetralisir, atlet pun mampu menunda kelelahan dan menjaga intensitas latihan lebih lama,” jelasnya.
Strategi ini terbukti efektif terutama pada olahraga berbasis metabolisme anaerob seperti lari jarak menengah, renang, dayung, serta cabang beregu yang menuntut sprint berulang, termasuk sepak bola dan basket. Dosis yang umum digunakan yakni 0,2–0,3 g/kg berat badan, dikonsumsi 1–3 jam sebelum latihan atau kompetisi.
Meski demikian, Sukadiono mengingatkan potensi efek samping berupa gangguan pencernaan. Ia menyarankan solusi melalui teknologi hidrogel atau pembagian dosis agar lebih nyaman bagi atlet. “Intervensi sodium bicarbonate ini adalah bukti nyata bagaimana sains dapat membantu atlet mencapai performa terbaik,” tegasnya.
Dengan pengukuhan ini, UMSurabaya menambah satu lagi guru besar yang tidak hanya memperkuat akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi dunia olahraga dan kesehatan masyarakat.(tok)
