Pemerintah Bondowoso Tanggung Biaya dan Berikan Pendampingan untuk Siswa Korban Penusukan

oleh -1239 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menaruh perhatian penuh terhadap insiden penusukan yang dialami seorang siswa SMP, yang diduga dilakukan oleh teman sekelasnya. Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid.

Pada Jumat, 22 Agustus 2025, Bupati bersama sejumlah pimpinan Forkopimda mengunjungi korban yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso usai menjalani operasi besar akibat luka serius di bagian perut.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Pemerintah daerah telah menanggung sepenuhnya biaya perawatan medis korban,” ujar Bupati Hamid di sela kunjungannya.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup pemulihan psikologis. “Pendampingan psikologis dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah disiapkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Hamid menyebut kasus ini menjadi indikator adanya persoalan serius yang perlu diselesaikan secara menyeluruh, khususnya berkaitan dengan kekerasan dan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Ia menilai, sistem pembinaan dan pencegahan perlu diperkuat.

“Kita akan meningkatkan koordinasi dan evaluasi sistem yang ada. Perlu ada pendekatan yang lebih sistematis untuk mencegah perilaku negatif sejak dini,” jelasnya.

Sebagai bentuk respon konkret, Pemkab juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memperkuat pengawasan serta menyusun langkah-langkah preventif dalam lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yulianti, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menemui jajaran guru dan siswa di sekolah korban guna memberikan pendampingan pasca kejadian.

“Anak-anak di sekolah kemungkinan juga mengalami trauma. Pendampingan emosional sangat diperlukan agar kondisi psikologis mereka tetap terjaga,” kata Haeriyah.

Ia juga menyampaikan bahwa pengawasan terhadap barang-barang berbahaya, khususnya benda tajam, akan diperketat di seluruh sekolah. Surat edaran terkait hal ini akan segera dikeluarkan.

Baca Juga :  Serem! Seorang Perempuan Dibunuh di Lobi Central Park, Pelaku Langsung Diamankan

“Jika memang diperlukan untuk kegiatan praktik, alat akan disediakan oleh sekolah dan digunakan di bawah kontrol guru. Tidak boleh sembarangan membawa benda tajam,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Koesnadi, dr. Yus Priyatna, menyampaikan kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif. Ventilator sudah tidak lagi digunakan, namun proses pemulihan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu.

“Operasi telah dilakukan untuk menangani luka dalam, dan saat ini korban masih dalam masa pemulihan. Trauma yang dialami cukup berat,” jelas dr. Yus.

Insiden ini menjadi peringatan serius akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Pemerintah daerah berharap, langkah-langkah yang telah diambil bisa mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.